Bukan Tren, Menabung Jadi Gaya Hidup Milenial dan Gen Z

- Kesenjangan tujuan menabung Milenial dan Gen Z.
- Transisi menabung dari strategi perlindungan ke kepuasan emosional.
- Menabung untuk ekspresi diri.
Jakarta, IDN Times - Menabung kini bukan lagi hal sulit, dan perilaku menabung di kalangan kaum muda Indonesia bukan saja sekadar masalah disiplin finansial. Menabung saat ini menjadi merupakan cerminan ekspresi identitas, nilai-nilai dan keselarasan emosional.
Seiring berkembangnya makna keamanan, demikian pula tujuan di balik menabung. Menabung bukan hanya tren bagi generasi muda Indonesia, melainkan menjadi 'keharusan' untuk masa depan yang lebih cerah.
Generasi milenial, yang dibentuk oleh kehati-hatian ekonomi dan pragmatisme jangka panjang, terus memprioritaskan stabilitas masa depan. Berbeda dengan Gen Z cenderung memiliki tujuan yang beresonansi secara emosional.
1. Kesenjangan tujuan menabung Milenial dan Gen Z

Di dalam survei Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2026 yang dirilis bertepatan dengan gelaran Indonesia Summit 2025 disebutkan, sebanyak 58 persen generasi milenial menabung untuk pendidikan atau pengembangan keterampilan, yang mencerminkan investasi mereka dalam pertumbuhan terstruktur dan ketahanan. Sementara Gen Z hanya sekitar 48 persen saja.
Namun, sebanyak 79 persen Gen Z memilih menabung untuk pernikahan, kepemilikan rumah, dan menjadi sebuah lompatan besar dari generasi Milenial yang hanya 51 persen.
Kesenjangan generasi ini juga terlihat dalam ambisi bisnis dan gaya hidup. Tercatat 59 persen Gen Z menabung untuk berwirausaha atau memulai bisnis, dibandingkan dengan Milenial yang hanya 53 persen.
Gen Z juga mengungguli Milenial dalam hal traveling dan pengalaman. Sebanyak 40 persen Gen Z menabung untuk melakukan perjalanan seperti berlibur atau mencari pengalaman. Sementara Milenial hanya 26 persen yang melakukannya.
2. Transisi menabung dari strategi perlindungan ke kepuasan emosional

Secara keseluruhan, pola-pola ini menandai transisi dari menabung yang pragmatis menjadi berorientasi pada tujuan. Bagi Generasi Milenial, menabung adalah strategi perlindungan. Bagi Gen Z, menabung adalah tindakan mendefinisikan diri dengan memadukan tanggung jawab finansial dengan mobilitas, kepuasan, dan makna emosional.
Seiring Milenial dan Gen Z menjadi lebih terlibat secara finansial, mereka tidak hanya menuntut produk yang lebih baik—mereka menuntut akuntabilitas dan reformasi sistemik.
Generasi ini mengharapkan lembaga keuangan untuk menawarkan komunikasi yang lebih jelas, tata kelola yang etis, desain yang inklusif, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Mereka menginginkan produk yang dirancang untuk dampak jangka panjang, bukan keuntungan jangka pendek.
3. Menabung untuk ekspresi diri

Di dunia keuangan ini, generasi muda Indonesia tidak hanya memercayai merek-merek besar dalam menyimpan aset mereka. Angka-angka yang tertera dalam laporan ini mencerminkan niat dalam tindakan.
"Bagi generasi ini, laba atas investasi tidak hanya diukur dari keuntungan, tapi dari tujuan. Setiap keputusan keuangan menrupakan cerminan dari identitas, nilai dan visi jangka panjang mereka. Tak hanya mengelola uang, mereka menggunakannya untuk mengekspresikan diri dan apa yang mereka perjuangkan," ucap Astri Yunfia, Group Head Digital Banking Retail, Bank Syariah Indonesia (BSI).
Ini bukan sekadar tren, melainkan tolok ukur baru. Merek keuangan yang tidak selaras dengan nilai-nilai akan kesulitan untuk tetap relevan. Karena bagi anak muda Indonesia, apa yang diperjuangkan suatu hal sama pentingnya dengan apa yang ditawarkannya.
IDN menggelar Indonesia Summit 2025, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "Theme: Thriving Beyond Turbulence Celebrating Indonesia's 80 years of purpose, progress, and possibility". IS 2025 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2025 diadakan pada 27 - 28 Agustus 2025 di Tribrata Dharmawansa, Jakarta. Dalam IS 2025, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2026.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei dilakukan pada Februari sampai April 2025 dengan studi metode campuran yang melibatkan 1.500 responden, dibagi rata antara Milenial dan Gen Z.
Survei ini menjangkau responden di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.