Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Cara Mengelola Keuangan bagi Pelaku UMKM biar Gak Bangkrut
Ilustrasi pengaturan keuangan (Pexels.com)
  • UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan 99 persen bentuk usaha, namun banyak yang gagal di tahun kedua karena pengelolaan keuangan yang kurang baik.
  • OJK menekankan pentingnya pencatatan keuangan harian agar pelaku UMKM bisa memantau arus kas, menghitung keuntungan, dan merencanakan pengembangan usaha secara akurat.
  • Pelaku UMKM disarankan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis serta mengelola utang dengan rasio sehat agar terhindar dari masalah finansial dan potensi kebangkrutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang punya usaha kecil di Indonesia, namanya UMKM. Tapi banyak yang susah ngatur uang dan bisa rugi. OJK kasih cara biar gak bangkrut, kayak nulis semua uang masuk dan keluar, misahin uang pribadi sama uang usaha, terus hati-hati kalau mau pinjam uang. Sekarang mereka diajarin biar usahanya bisa jalan terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tahukah kamu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Bahkan, sebesar 99 persen bentuk usaha di Indonesia adalah UMKM.

Meskipun UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun pengelolaan bisnis UMKM tidak mudah. Berdasarkan hasil studi yang dikemukakan oleh Forbes, delapan dari 10 pelaku usaha kecil mengalami kegagalan di tahun ke-2 mereka merintis usaha.

Oleh karena itu, OJK nemberikan tips dalam pengelolaan keuangan bagi para pelaku UMKM sebagai panduan agar dapat menghadapi berbagai tantangan.

Yuk, simak! 

1. Disiplin pencatatan keuangan

ilustrasi penelitian, riset, audit (IDN Times/Aditya Pratama)

Pencatatan keuangan sangat penting bagi usaha apapun, namun pelaku UMKM yang masih didominasi usaha mikro dan kecil seringkali mengabaikan hal ini. Dengan mencatat, segala pemasukan dan pengeluaran bisnis setiap harinya dapat terkontrol dengan baik.

Setiap pengusaha setidaknya wajib mengetahui berapa biaya operasional usahanya, berapa keuntungan yang diperoleh, dan berapa modal yang digunakan untuk usaha.

Dengan demikian, para pemilik usaha juga dapat mengevaluasi kemampuan dan kapasitas usahanya sehingga perencanaan pengembangan usaha dapat ditetapkan berdasarkan data pencatatan tersebut. 

2. Pisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha

(IDN Times/Arief Rahmat)

Dengan memisahkan pencatatan keuangan pribadi dan usaha, para pemilik dapat lebih mudah dalam mengelola keuangan usahanya. Hal ini karena akurasi pencatatan keuangan usaha dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan mengevaluasi kinerja usahanya.

Arus kas yang tercampur antara keuangan pribadi dan usaha dapat menyulitkan para pelaku UMKM dalam menentukan biaya operasional usaha. Salah satu tips untuk memisahkan pencatatan keuangan pribadi dengan usaha adalah pemilik dapat “menggaji” dirinya sendiri agar segala kebutuhan pribadi dicatat dari pos gaji tersebut.

3. Perencanaan dan pengelolaan utang

Ilustrasi utang (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam bisnis, utang dapat menjadi pengungkit untuk meningkatkan kapasitas dan performa perusahaan. Namun, utang yang tidak terkendali dapat menyebabkan masalah finansial bahkan kebangkrutan dalam usaha apalagi di tengah pandemi seperti saat ini.

Apabila kamu sudah memiliki utang sebelumnya, perhatikan rasio utang terhadap asetmu tidak lebih dari 50 persen dan rasio utang terhadap pendapatanmu tidak lebih dari 30 persen. Ketika catatan keuangan kamu menunjukkan adanya pembengkakan pada rasio tersebut, kamu bisa segera mengambil tindakan.

Kamu perlu merinci secara jelas penggunaan utang tersebut, mulai dari seberapa besar utang yang dibutuhkan, untuk biaya apa saja penggunaan utang tersebut, sampai tidak lupa untuk mempertimbangkan kemampuanmu dalam melunasi utang tersebut.

Lakukan perhitungan serealistis mungkin dengan melibatkan seluruh risiko dan rencana bisnis dan buatlah rencana pelunasan utang. 

FAQ seputar Cara Mengelola Keuangan bagi Pelaku UMKM biar Gak Bangkrut

Kenapa pencatatan keuangan penting untuk usaha kecil?

Pencatatan membantu mengetahui pemasukan, pengeluaran, serta kondisi bisnis sehingga keputusan yang diambil lebih tepat dan terarah.

Apa risiko jika keuangan usaha tidak dipisah?

Risikonya sulit mengetahui keuntungan sebenarnya karena uang pribadi dan usaha tercampur sehingga pengelolaan jadi tidak jelas.

Mengapa arus kas harus diperhatikan dalam bisnis?

Arus kas memastikan bisnis tetap memiliki dana operasional sehingga tidak kehabisan uang meski penjualan terlihat tinggi.

Apakah utang selalu buruk untuk usaha kecil?

Tidak, utang bisa membantu berkembang jika digunakan dengan bijak dan sesuai kemampuan bayar agar tidak membebani bisnis.

Bagaimana cara sederhana menjaga keuangan usaha tetap sehat?

Dengan disiplin mencatat transaksi, mengontrol pengeluaran, serta rutin mengevaluasi kondisi keuangan bisnis secara berkala.

Editorial Team