3 Cara Mengumpulkan Dana Darurat untuk Stabilitas Finansial
.jpg)
- Hitung kebutuhan dana darurat berdasarkan biaya hidup selama 3 sampai 6 bulan agar kamu memiliki gambaran jelas mengenai target yang harus dicapai.
- Gunakan rekening khusus yang mudah diakses namun terpisah dari rekening harian supaya dana ini tidak terpakai untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
- Catat pemasukan dan pengeluaran secara rutin untuk mengetahui bagian mana yang bisa dikurangi sehingga kamu dapat menyisihkan lebih banyak dana darurat.
Jakarta, IDN Times - Dana darurat adalah salah satu fondasi terpenting dalam perencanaan keuangan. Banyak orang menyadari bahwa kondisi mendadak seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan tak terduga, atau kebutuhan rumah tangga yang muncul tiba-tiba dapat membuat keuangan goyah jika tidak ada dana cadangan. Karena itu, memiliki dana darurat menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas finansial.
Dana darurat berfungsi sebagai bantalan keuangan ketika kamu menghadapi situasi darurat yang tidak bisa ditunda. Uang ini sebaiknya tidak dicampur dengan tabungan biasa maupun investasi jangka panjang, sehingga bisa diakses kapan saja saat dibutuhkan. Dengan adanya dana darurat, kamu dapat menghadapi kejadian tak terduga tanpa perlu bergantung pada utang.
Membangun dana darurat membutuhkan perencanaan yang baik dan kebiasaan disiplin. Mulai dari menentukan target jumlah, mencatat pengeluaran harian, hingga menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin adalah langkah sederhana yang bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Dengan strategi yang teratur, dana darurat dapat terkumpul lebih cepat dan terkelola dengan baik.
Table of Content
1. Kenali seberapa besar kebutuhan dana darurat kamu

Dalam perencanaan keuangan, dana darurat atau kerap kali disebut dengan istilah basic liquidity ratio atau rasio likuiditas. Rumus untuk mengenali rasio likuiditas kita adalah nilai minimum dari rasio likuiditas adalah, 3 hingga 6. Artinya, kita mampu bertahan hidup tanpa adanya pendapatan bulanan hingga 3 atau 6 bulan ke depan.
Namun demikian, kebutuhan dana darurat setiap orang berbeda-beda. Lalu bagaimana mengetahui kebutuhan dana darurat kita?
1. Lajang tanpa tanggungan
Seorang lajang tanpa tanggungan tentu memiliki beban finansial yang cukup ringan. Selain itu, mereka pun memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam manajemen keuangan. Kebutuhan dana darurat untuk kategori ini adalah minimal tiga kali pengeluaran bulanan.
2. Lajang punya tanggungan
Tidak sedikit pula dari kita yang meski masih lajang tapi harus membiayai kebutuhan hidup orangtua, hingga anggota keluarga lainnya. Belum lagi bila mereka memiliki tanggungan cicilan rumah maupun yang lainnya. Tentu saja, harus menyediakan dana darurat yang lebih banyak dibanding lajang tanpa tanggungan. Minimal dana darurat yang disiapkan adalah enam kali pengeluaran bulanan.
3. Berkeluarga
Mereka yang sudah berkeluarga tentu memiliki pengeluaran yang lebih besar ketimbang lajang. Oleh karena itu, ketersediaan dana darurat untuk seorang dengan status ini adalah enam hingga 12 kali pengeluaran bulanan.
4. Memiliki pekerjaan yang tinggi risiko
Semakin tinggi risiko dalam pekerjaan Anda, maka makin besar pula dana darurat yang dibutuhkan. Risiko yang dimaksud lebih ditujukan ke pekerjaan yang tidak memiliki penghasilan tetap per bulan.
Sebut saja seperti pemilik usaha, atlet, atau para pekerja freelance. Dana darurat yang mereka harus sediakan bahkan bisa di atas 12 bulan pengeluaran jika mereka juga memiliki tanggungan.
2. Lupakan sementara waktu pengeluaran yang hanya keinginan

Jika selama ini kita merasa pengeluaran lebih besar ketimbang pemasukan, cobalah untuk mengetatkan ikat pinggang atau menekan pengeluaran. Cobalah untuk lebih spesifik terhadap pengeluaran yang bersifat gaya hidup atau keinginan saja, bukan yang bersifat kebutuhan atau pengeluaran pokok.
Bicara soal pengeluaran gaya hidup, pengeluaran itu bisa berupa traveling, mendatangi tempat hiburan, atau melakukan kegiatan hobi ekstrem tinggi risiko.
3. Cari tambahan penghasilan lewat kerja sampingan atau bisnis

Selain mengurangi pengeluaran, cara lain untuk mempercepat proses pengumpulan dana darurat adalah dengan menambah penghasilan kita. Penghasilan tambahan bisa didapat dari kerja sampingan atau dengan melakukan investasi jangka pendek.
Sebut saja dengan menempatkan dana di deposito, obligasi negara atau sukuk. Bunga dari penempatan dana di instrumen-instrumen keuangan tersebut bisa langsung diterima dan masuk ke rekening pribadi layaknya pendapatan pasif.
FAQ seputar Cara Mengumpulkan Dana Darurat untuk Stabilitas Finansial
| Berapa jumlah dana darurat yang ideal? | Idealnya dana darurat mencakup 3 sampai 6 bulan total biaya hidup, dan bisa lebih besar jika kamu memiliki tanggungan keluarga atau pekerjaan yang tidak stabil. |
| Bagaimana cara mulai mengumpulkan dana darurat dari nol? | Awali dengan menentukan target, membuat anggaran bulanan, dan menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin meskipun jumlahnya kecil. |
| Di mana tempat terbaik untuk menyimpan dana darurat? | Dana darurat sebaiknya disimpan di rekening khusus yang likuid, seperti tabungan bank terpisah, agar mudah dicairkan kapan saja. |
| Apakah dana darurat harus dipisahkan dari tabungan biasa? | Ya, dana darurat harus dipisahkan agar tidak terpakai untuk kebutuhan harian atau belanja impulsif yang tidak mendesak. |
| Bagaimana cara mengumpulkan dana darurat jika penghasilan terbatas? | Gunakan persentase tetap dari penghasilan, kurangi pengeluaran tidak penting, dan pertimbangkan pekerjaan sampingan agar dana bisa terkumpul lebih cepat. |

















