Harga Emas Antam Turun Rp34 Ribu, Dibanderol Rp2,997 Juta per Gram

- Harga emas Antam turun Rp34 ribu per gram menjadi Rp2,997 juta, dengan harga buyback di level Rp2,749 juta per gram sesuai ketentuan PMK No. 34/PMK.10/2017.
- Emas dinilai efektif untuk diversifikasi portofolio karena nilainya cenderung berlawanan arah dengan saham atau properti, sehingga bisa menjaga stabilitas aset investor.
- Investasi emas cocok bagi investor konservatif karena risikonya rendah, namun kurang ideal untuk jangka pendek akibat selisih harga jual dan beli yang cukup signifikan.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun Rp34 ribu per gram pada perdagangan Sabtu (14/3/2026). Dengan demikian, harga emas Antam kini dibanderol Rp2,997 juta per gram.
Berdasarkan data situs logammulia.com, harga buyback turun, sehingga dibanderol Rp2,749 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP.
1. Rincian harga emas Antam hari ini
Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
Harga emas 0,5 gram: Rp1,548,5 juta
Harga emas 1 gram: Rp2,997 juta
Harga emas 2 gram: Rp5,934 juta
Harga emas 3 gram: Rp8,876 juta
Harga emas 5 gram: Rp14,760 juta
Harga emas 10 gram: Rp29,465 juta
Harga emas 25 gram: Rp73,537 juta
Harga emas 50 gram: Rp146,995 juta
Harga emas 100 gram: Rp293,912 juta
Harga emas 250 gram: Rp734,515 juta
Harga emas 500 gram: Rp1,468 miliar
Harga emas 1.000 gram: Rp2,937 miliar.
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP.
Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
2. Emas bisa digunakan untuk diversifikasi portofolio
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar lima hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.
3. Investasi emas bisa jadi pilihan investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli.
Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!


















