Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kantong Seret Setelah Lebaran? Ini Cara Mengatur Keuangan usai Lebaran

Kantong Seret Setelah Lebaran? Ini Cara Mengatur Keuangan usai Lebaran
ilustrasi lebaran (pexels.com/David Tumpal)
Intinya Sih
  • Pengeluaran saat Lebaran sering melonjak karena kebutuhan tambahan seperti zakat, makanan, dan biaya mudik, sehingga kondisi keuangan banyak orang menjadi kurang stabil setelah perayaan.
  • Langkah awal memperbaiki keuangan pasca Lebaran adalah mengevaluasi seluruh pengeluaran untuk mengetahui pos mana yang paling besar dan membedakan antara kebutuhan primer, sekunder, serta tersier.
  • Membuat anggaran baru dan meninjau langganan digital yang tidak perlu membantu menghemat dana agar bisa dialihkan ke tabungan atau kebutuhan penting lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Momen Idul Fitri sering kali membuat pengeluaran meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini dipicu oleh berbagai kebutuhan tambahan, seperti membayar zakat, membeli makanan, hingga biaya mudik yang tidak sedikit.

Akibatnya, tidak jarang kondisi keuangan menjadi kurang sehat setelah Lebaran, terutama jika pengeluaran yang dilakukan ternyata melebihi anggaran yang telah direncanakan sebelumnya. Manulife membagikan tips, cara mengatur kembali kondisi keuangan setelah libur Lebaran, yuk simak

1. Evaluasi pengeluaran selama Lebaran

ilustrasi THR
ilustrasi THR (pexels.com/Defrino Maasy)

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi pengeluaran selama Lebaran dengan memeriksa kembali catatan keuangan. Telusuri dan catat seluruh pengeluaran yang terjadi agar dapat diketahui berapa besar anggaran yang telah digunakan.

Evaluasi ini merupakan langkah dasar dalam pengelolaan keuangan, karena membantu mengelompokkan pengeluaran berdasarkan kebutuhan, baik yang bersifat primer, sekunder, maupun tersier.

2. Membuat anggaran baru pasca lebaran

Ilustrasi anggaran (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi anggaran (Dok.IDN Times/Istimewa)

Mengatur keuangan setelah Lebaran juga dapat dilakukan dengan menyusun anggaran baru. Momen perayaan besar seperti Idul Fitri biasanya membutuhkan penyesuaian pada beberapa pos pengeluaran. Misalnya, pengeluaran untuk berkumpul bersama keluarga atau membeli pakaian baru dapat dikurangi karena aktivitas tersebut sudah banyak dilakukan selama Lebaran.

Selain itu, anggaran untuk jajan juga bisa ditekan, mengingat selama bulan puasa biasanya terdapat tambahan pengeluaran untuk membeli takjil atau makan di restoran saat buka bersama. Dana yang berhasil dihemat dari pos-pos tersebut dapat dialihkan ke kebutuhan yang lebih penting atau ditabung kembali, terutama jika selama Ramadan dan Lebaran sempat menggunakan dana darurat.

3. Identifikasi pengeluaran tidak perlu

Ilustrasi penyusunan anggaran (pexels.com/pixabay)
Ilustrasi penyusunan anggaran (pexels.com/pixabay)

Salah satu tujuan utama pengelolaan keuangan adalah menciptakan kondisi finansial yang sehat. Kondisi ini tercermin dari penggunaan uang yang lebih efisien, sehingga seseorang dapat mengenali pengeluaran yang tidak penting atau masih bisa ditunda.

Di era digital seperti sekarang, banyak pengeluaran kecil yang sering luput dari perhatian, seperti langganan aplikasi musik, layanan streaming film, atau aplikasi kesehatan yang jarang digunakan. Oleh karena itu, penting untuk meninjau kembali berbagai langganan tersebut dan mempertimbangkan apakah masih benar-benar dibutuhkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More