ilustrasi kantor amazon (www.aboutamazon.com)
1. Adobe
Meski sahamnya sempat melemah pada 2025, Adobe dinilai memiliki peluang pemulihan berkat model bisnis berbasis langganan yang menghasilkan pendapatan berulang serta valuasi yang dianggap lebih menarik dibandingkan sejumlah perusahaan teknologi lainnya.
2. Advanced Micro Devices (AMD)
AMD semakin diperhitungkan sebagai pesaing utama Nvidia dalam pasar chip AI dan pusat data. Produk prosesor dan akselerator AI yang terus berkembang menjadi alasan utama optimisme analis.
3. Alphabet
Sebagai induk Google, Alphabet memiliki posisi kuat berkat dominasi di pasar iklan digital serta integrasi AI ke berbagai layanan seperti pencarian, YouTube, dan cloud computing.
4. Amazon
Pertumbuhan bisnis e-commerce yang berkelanjutan, ditambah investasi besar dalam AI dan otomatisasi, membuat Amazon tetap menjadi salah satu saham favorit untuk jangka panjang.
5. Meta Platforms
Meta diperkirakan terus mendapat dukungan dari pertumbuhan bisnis iklan digital, pengembangan AI, serta investasi jangka panjang pada ekosistem metaverse.
6. Micron Technology
Lonjakan kebutuhan memori berkecepatan tinggi untuk pusat data AI menjadi katalis utama yang dapat mendorong pertumbuhan Micron dalam beberapa tahun mendatang.
7. NVIDIA
Nvidia masih menjadi pemimpin utama dalam infrastruktur AI global. Permintaan chip AI dan ekspansi perangkat lunak diperkirakan akan terus mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan.
8. SanDisk
Membaiknya harga pasar penyimpanan data dan meningkatnya permintaan flash memory berperforma tinggi membuat SanDisk dipandang memiliki potensi pertumbuhan yang menarik.
9. Visa
Visa tetap menjadi pilihan menarik berkat pertumbuhan laba yang stabil, arus kas yang kuat, serta program dividen dan pembelian kembali saham yang konsisten.
10. Western Digital
Meningkatnya kebutuhan penyimpanan data akibat perkembangan AI membuat Western Digital kembali mendapat perhatian sebagai salah satu saham yang berpotensi menguat pada 2026.