Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dikit-Dikit Jajan? Ini 3 Tanda Pengeluaran Kecil Jadi Masalah Besar

Dikit-Dikit Jajan? Ini 3 Tanda Pengeluaran Kecil Jadi Masalah Besar
ilustrasi belanja online (pexels.com/@negativespace)
Intinya sih...
  • Pengeluaran kecil bisa merusak arus kas bulanan
  • Metode pembayaran instan dan layanan BNPL bisa menutupi rasa sakit belanja
  • Kenaikan saldo utang dan dana darurat yang terus menyusut adalah tanda pengeluaran kecil sudah berdampak besar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kita semua sesekali suka memanjakan diri, kopi dingin sebelum kerja, baju lucu karena lagi diskon, atau pesan makanan karena terlalu lelah untuk masak. Kelihatannya sepele dan tidak berdampak besar, bukan?

Nyatanya, kebiasaan jajan kecil seperti ini bisa diam-diam menggerogoti kondisi keuangan tanpa disadari. Berikut tanda-tanda saat self-reward kecil justru mulai merusak anggaran bulananmu, seperti dikutip dari GOBankingRates.

Table of Content

1. Arus kas mulai terganggu

1. Arus kas mulai terganggu

Dikit-Dikit Jajan? Ini 3 Tanda Pengeluaran Kecil Jadi Masalah Besar
Ilustrasi uang (freepik.com)

Menurut pendiri sekaligus editor KindaFrugal, Andreas Jones, masalah keuangan sering muncul di pertengahan bulan. Misalnya, saldo rekening cepat menipis, tagihan dibayar terlambat, atau utang kartu kredit naik padahal tidak ada pembelian besar.

“Jika kamu kesulitan menyisihkan dana darurat atau tidak siap menghadapi pengeluaran mendadak Rp15 juta, bisa jadi uangmu habis untuk pengeluaran kecil yang tidak terasa,” ujar Jones.

Ia menambahkan, penggunaan layanan buy now, pay later (BNPL) untuk barang non-esensial atau membawa saldo kartu kredit dari bulan sebelumnya hanya karena belanja kecil-kecilan adalah sinyal bahaya yang jelas.

Pembayaran praktis menutupi rasa sakit

Dikit-Dikit Jajan? Ini 3 Tanda Pengeluaran Kecil Jadi Masalah Besar
Ilustrasi uang (freepik.com)

Menurut Jones, metode pembayaran instan membuat rasa ‘sakit’ saat belanja jadi hilang. Fitur satu kali klik, aplikasi isi ulang otomatis, hingga langganan tersembunyi membuat pengeluaran kecil terpecah menjadi nominal yang mudah dilupakan. Biaya antar dan tip pun sering luput dari perhatian sampai tagihan kartu kredit datang.

Sebagai langkah pencegahan, Jones menyarankan untuk rutin mengecek tren pengeluaran mingguan, menghitung transaksi di bawah nominal kecil, meninjau jadwal BNPL, dan memastikan saldo cukup sebelum autodebet berjalan.

Pendapat serupa disampaikan penasihat keuangan di Experity Wealth Robert Cannon. Menurutnya, kenaikan saldo utang secara perlahan adalah tanda pengeluaran kecil sudah mulai berdampak besar.

2. Dana darurat terus menyusut

Dikit-Dikit Jajan? Ini 3 Tanda Pengeluaran Kecil Jadi Masalah Besar
Ilustrasi dana darurat (freepik.com)

Cannon juga menyoroti kondisi dana darurat yang perlahan terus menyusut meski tidak ada kejadian besar atau pengeluaran darurat yang signifikan. Menurutnya, situasi ini sering kali terjadi karena akumulasi pengeluaran kecil yang tidak terkontrol, sehingga dana yang seharusnya menjadi penyangga keuangan justru terpakai tanpa disadari.

“Jika kontribusi tabungan pensiun atau cicilan utang mulai terasa berat setelah hari-hari penuh jajan, itu tanda kebiasaan kecil sedang mengorbankan tujuan keuangan yang lebih besar,” ujarnya.

Saran dari para ahli

Dikit-Dikit Jajan? Ini 3 Tanda Pengeluaran Kecil Jadi Masalah Besar
Ilustrasi menghitung pengeluaran (freepik.com)

Jones merekomendasikan audit pengeluaran mikro selama 14 hari. Catat waktu, tempat, emosi, metode pembayaran, dan tingkat kepuasan setiap kali kamu membeli sesuatu untuk memanjakan diri.

“Pertahankan pengeluaran yang benar-benar memberi kepuasan dan terjadi secara terencana. Kurangi atau ganti pengeluaran yang muncul karena stres, bosan, atau scrolling larut malam,” ujarnya.

Jika hasil audit menunjukkan banyak belanja impulsif dengan kepuasan rendah, Jones menyarankan penggunaan fun fund prabayar.

“Kartu prabayar atau rekening terpisah membantu menciptakan batas yang jelas, membuat keputusan finansial lebih sadar, dan menjaga keseimbangan antara menikmati hidup dan tetap disiplin,” tuturnya.

Pada akhirnya, memanjakan diri sesekali bukanlah masalah, selama tetap ada batas yang jelas. Kuncinya adalah menyadari ke mana uang kecilmu pergi dan memastikan kebiasaan tersebut tidak menggerus tujuan finansial yang lebih besar. Dengan kontrol yang tepat, kamu tetap bisa menikmati “little treats” tanpa harus mengorbankan kestabilan keuangan di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Kesalahan Umum Pebisnis Pemula saat Memulai Karier Usaha

25 Jan 2026, 07:12 WIBBusiness