Comscore Tracker

Vaksinasi Global Bikin Optimistis, Rupiah Menguat di Level Rp14.073

Rupiah diprediksi terus menguat hari ini

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka menguat 20 poin atau 0,14 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (24/2/2021) nilai tukar rupiah berada di level Rp14.073 per dolar AS. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.093 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Perkasa Lawan Dolar AS Selasa Sore

1. Rupiah masih berpotensi menguat hari ini

Vaksinasi Global Bikin Optimistis, Rupiah Menguat di Level Rp14.073Ilustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Menurut Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, rupiah berpotensi menguat lagi hari ini terhadap dolar AS. Hal itu seiring dengan terkoreksinya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.

"Pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell semalam bahwa target inflasi masih jauh telah menurunkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi di AS yang mendorong penguatan yield obligasi," ungkap Ariston kepada IDN Times.

2. Kemajuan program vaksinasi meningkatkan optimisme pasar

Vaksinasi Global Bikin Optimistis, Rupiah Menguat di Level Rp14.073Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19. ANTARA FOTO/Jojon

Baca Juga: Jabodetabek Dihantam Banjir, Rupiah Keok Jadi Rp14.117 per Dolar AS

Selain itu, lanjut Ariston, rencana stimulus fiskal besar AS yang akan dirilis di pertengahan Maret juga membantu penguatan nilai tukar terhadap dolar AS. Kemudian, tren penurunan kasus baru COVID-19 dan kemajuan program vaksinasi di dunia maupun di Indonesia juga meningkatkan optimisme pasar.

"Potensi pergerakan rupiah hari ini di kisaran Rp14.050-Rp14.120," ujarnya.

3. Penguatan rupiah karena optimisme masyarakat terhadap penangan COVID-19

Vaksinasi Global Bikin Optimistis, Rupiah Menguat di Level Rp14.073Ilustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebelumnya, analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, penguatan rupiah dipengaruhi oleh optimisme masyarakat akan laju dari kasus COVID-19. Mereka menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro turut berpengaruh dalam memangkas laju pandemik.

"Hasil kerja keras Pemerintah dan masyarakat tentang penanggulangan pandemi COVID-19 perlu mendapat apresiasi dari masyarakat, karena tanpa kerja keras pejabat pemerintah tidak mungkin regulasi akan berjalan dengan baik,” katanya.

 

Baca Juga: Jokowi Umumkan Vaksin Gratis, Rupiah Menguat terhadap Dolar AS

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya