Jaga Stabilitas Rupiah, BI Beri Insentif hingga Intervensi Pasar

Bank Indonesia mengelola permintaan valas dengan memperketat batas pembelian dolar tanpa dokumen pendukung menjadi 10 ribu dolar AS per individu per bulan.
BI memperkuat Local Currency Transaction untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, sambil mendorong likuiditas valas dari ekspor dan investasi melalui instrumen seperti SRBI.
BI memantau yield SBN, memberi insentif lindung nilai dan penggunaan LCT, serta melakukan intervensi di pasar valas domestik maupun NDF luar negeri.
Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan kecukupan likuiditas valuta asing (valas). Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan permintaan dan pasokan valas, pemberian insentif untuk mendorong arus masuk modal asing, hingga intervensi di pasar keuangan.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, stabilitas nilai tukar bergantung pada keseimbangan permintaan dan pasokan valas di pasar setiap hari, selain dipengaruhi persepsi dan sentimen pelaku pasar.
"Dari sisi permintaan (demand), BI melanjutkan kebijakan pemenuhan underlying atau dokumen pendukung pembelian valas," tegasnya dalam Taklimat Media Bank Indonesia, Jumat (23/10/2026).
1. BI perkuat LCT dan diversifikasi kebutuhan valas

ilustrasi berbagai valas (dok. freepik.com) Bank Indonesia (BI) telah menurunkan batas maksimal pembelian valuta asing (dolar AS) tanpa dokumen pendukung (underlying) telah diturunkan secara bertahap, dari 100 ribu dolar AS menjadi 50 ribu dolar AS, kemudian 25 ribu dolar AS, hingga saat ini 10 ribu dolar AS per individu per bulan.
BI juga memperkuat transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).
"Kebijakan ini bertujuan mendiversifikasi kebutuhan valas agar transaksi tidak hanya bergantung pada dolar AS, tetapi juga menggunakan mata uang lain, seperti renminbi, dolar Singapura, dan yen Jepang;" tegasnya.2. BI terus mendorong aliran masuk likuiditas valas yang bersifat struktural

ilustrasi valas (unsplash.com/Ibrahim Boran) Sementara dari sisi pasokan (supply), BI terus mendorong aliran masuk likuiditas valas yang bersifat struktural, terutama dari ekspor barang dan jasa. BI juga berupaya menjaga daya tarik investasi untuk mendorong aliran masuk modal, baik ke sektor riil maupun pasar keuangan.
Salah satu instrumen yang digunakan untuk menjaga daya tarik investasi di pasar keuangan domestik adalah Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).4. BI pantau pergerakan imbal hasil surat berharga negara

ilustrasi obligasi (freepik.com/katiin) Selain itu, BI turut mencermati pergerakan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN). Erwin menyebut, yield SBN tenor 10 tahun yang sebelumnya berada di bawah 7 persen kini telah bergerak di atas level tersebut.
BI juga memberikan insentif untuk mendorong arus masuk modal asing. Insentif tersebut mencakup fasilitas lindung nilai untuk investasi portofolio, investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI), serta pinjaman luar negeri. BI juga memberikan insentif untuk mendorong penggunaan LCT.
Erwin menjelaskan, permintaan dan pasokan valas dalam aktivitas sehari-hari tidak selalu bertemu pada waktu dan jumlah yang sama. Ketidakseimbangan tersebut dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar di pasar. Karena itu, BI tetap berkomitmen menjaga mekanisme pasar agar permintaan dan pasokan valas dapat bertemu melalui intervensi. Intervensi dilakukan di pasar valas domestik, termasuk melalui transaksi non-deliverable forward (NDF).
"BI juga memantau dan melakukan intervensi di pasar NDF luar negeri untuk menyesuaikan pergerakannya," jelasnya.Menurut Erwin, pergerakan NDF di New York dan pasar Asia sebelum perdagangan domestik dibuka pada pukul 09.00 WIB turut menjadi perhatian pelaku pasar di dalam negeri. Melalui pengelolaan permintaan dan pasokan, pemberian insentif, serta intervensi di pasar valas, BI terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung kecukupan likuiditas valas domestik.





















