Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Kebiasaan soal Uang yang Jadi Sinyal Kamu Butuh Bantuan Ahli

4 min read
4 Kebiasaan soal Uang yang Jadi Sinyal Kamu Butuh Bantuan Ahli
ilustrasi financial advisor, penasihat keuangan, terapis keuangan, ahli keuangan (magnific.com/ijeab)
  • Menghindari cek saldo karena takut dapat memicu keterlambatan tagihan, biaya tambahan, dan masalah keuangan yang makin sulit dikendalikan.

  • Konflik uang dengan pasangan dapat berkaitan dengan kecemasan, pengalaman masa lalu, dan perbedaan kebiasaan; terapi keuangan membantu membuka diskusi serta mencari pengelolaan bersama.

  • Belanja atau berjudi kompulsif, maupun kecemasan berlebihan saat berbelanja kebutuhan, bisa mengganggu hidup; bantuan profesional membantu memahami pemicu emosional dan membangun kebiasaan sehat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Urusan uang sering kali gak sesederhana menghitung pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Ada perasaan takut, cemas, bahkan bersalah yang bisa memengaruhi caramu mengambil keputusan keuangan. Misalnya, kamu sengaja gak mengecek saldo rekening karena takut melihat jumlah uang yang tersisa atau merasa gelisah setiap kali harus mengeluarkan uang.

Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut bisa mengganggu kesehatan mental, hubungan dengan orang terdekat, hingga kemampuanmu mencapai tujuan keuangan. Dalam kondisi tertentu, berkonsultasi dengan ahli terapi keuangan bisa membantumu memahami akar masalah dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan uang.

Yuk, kenali empat kebiasaan soal uang berikut ini agar kamu bisa mengetahui kapan saatnya mencari bantuan ahli.

  1. 1. Menghindari pengecekan saldo rekening

    ilustrasi rekening bank
    ilustrasi rekening bank (freepik.com/rawpixel.com)

    Pernah gak, kamu sengaja gak membuka aplikasi mobile banking karena takut melihat saldo rekening yang semakin menipis? Kamu mungkin merasa lebih tenang ketika gak mengetahui kondisi keuangan secara langsung. Sayangnya, rasa tenang tersebut biasanya hanya berlangsung sementara karena tagihan, cicilan, dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dibayar. Menghindari kenyataan keuangan justru bisa membuat masalah semakin sulit dikendalikan, lho.

    Kebiasaan ini juga berisiko membuatmu terlambat membayar tagihan, terkena biaya administrasi tambahan, atau melewatkan transaksi mencurigakan. MarketWatch melaporkan bahwa 42 persen orang menghindari pengecekan saldo rekening karena merasa takut.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa kecemasan terhadap uang bisa memengaruhi perilaku keuangan seseorang. Jika kamu terus menghindari kondisi rekening sampai mengganggu kemampuan mengatur pengeluaran, berkonsultasi dengan ahli terapi keuangan bisa menjadi langkah yang patut dipertimbangkan.

  2. 2. Sering bertengkar dengan pasangan karena uang

    ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)
    ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

    Masalah keuangan termasuk hal yang bisa memicu konflik dalam hubungan romantis. Kamu mungkin merasa kesal ketika pasangan terlalu boros, sedangkan dia menganggapmu terlalu perhitungan dalam menggunakan uang.

    Perbedaan kebiasaan tersebut bisa semakin rumit ketika kalian harus membicarakan tabungan bersama, pembagian tagihan, cicilan, atau rencana membeli rumah. Apabila gak dibicarakan dengan baik, persoalan uang berpotensi berkembang menjadi masalah kepercayaan.

    Menurut Erika Wasserman, seorang ahli terapi keuangan bersertifikat, hubungan seseorang dengan uang berkaitan erat dengan perasaan, kecemasan, konflik keluarga, hingga masalah dalam hubungan. Artinya, pertengkaran soal uang gak selalu selesai hanya dengan membuat anggaran bersama.

    Kamu dan pasangan mungkin perlu memahami alasan di balik kebiasaan keuangan masing-masing, termasuk pengalaman masa lalu yang membentuk cara kalian memandang uang. Ahli terapi keuangan dapat membantu kalian membicarakan persoalan tersebut dengan lebih terbuka sekaligus mencari cara mengelola keuangan yang bisa diterima bersama.

  3. 3. Belanja atau berjudi secara kompulsif

    ilustrasi belanja (pexels.com/Tim Douglas)
    ilustrasi belanja (pexels.com/Tim Douglas)

    Belanja untuk menyenangkan diri sendiri sesekali merupakan hal yang wajar. Begitu pula dengan mengeluarkan uang untuk hiburan selama masih sesuai kemampuan finansial. Namun, kamu perlu lebih waspada jika terus berbelanja untuk meredakan stres, sulit menahan keinginan membeli sesuatu, atau menghabiskan uang melebihi anggaran meskipun mengetahui risikonya. Kebiasaan tersebut bisa menjadi sinyal bahwa ada persoalan emosional yang perlu diperhatikan.

    Hal serupa juga berlaku jika kamu terus berjudi meskipun sudah mengalami kerugian besar. Dalam kondisi tertentu, belanja atau berjudi dapat memberikan sensasi menyenangkan untuk sementara waktu, tapi perasaan tersebut gak bertahan lama. Akibatnya, kamu mungkin kembali mengulangi perilaku yang sama hingga tabungan terkuras, utang menumpuk, dan kebutuhan penting terbengkalai. Jika merasa kehilangan kendali atas kebiasaan tersebut, mencari bantuan profesional bisa membantumu memahami pemicunya dan mengembangkan cara yang lebih sehat untuk menghadapi emosi.

  4. 4. Merasa cemas setiap kali harus mengeluarkan uang

    ilustrasi dompet, koin, uang logam
    ilustrasi dompet, koin, uang logam (pexels.com/Emil Kalibradov)

    Sebagian orang merasa kesulitan mengendalikan pengeluaran, tapi ada juga yang justru mengalami kecemasan berlebihan ketika harus menggunakan uang. Kamu mungkin memiliki tabungan yang cukup, tapi tetap merasa bersalah setelah membeli kebutuhan sehari-hari. Bahkan, kamu bisa menunda pemeriksaan kesehatan, menolak membeli makanan bergizi, atau menghindari pengeluaran penting karena takut uang akan habis. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini bisa mengganggu kualitas hidup.

    Perasaan tersebut bisa berkaitan dengan pengalaman masa lalu, pola asuh keluarga, atau kondisi keuangan yang pernah membuatmu merasa gak aman. Misalnya, kamu tumbuh di lingkungan keluarga yang sering mengalami kesulitan finansial sehingga terbiasa menganggap setiap pengeluaran sebagai ancaman. Akibatnya, meskipun kondisi keuanganmu sekarang lebih stabil, rasa takut kehilangan uang masih sulit dihilangkan. Ahli terapi keuangan dapat membantumu mengenali keyakinan yang memengaruhi keputusan finansial sekaligus belajar membedakan pengeluaran yang memang berisiko dengan pengeluaran wajar untuk memenuhi kebutuhan.

    Memiliki masalah dalam mengelola uang gak selalu berarti kamu kurang disiplin atau gak pandai membuat anggaran, ya. Adakalanya kebiasaan finansial terbentuk dari pengalaman masa lalu, tekanan emosional, atau rasa takut yang belum terselesaikan.

    Jika persoalan uang mulai mengganggu tidur, memicu konflik dengan pasangan, atau membuatmu kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, jangan ragu mempertimbangkan bantuan profesional. Dengan memahami hubungan antara kondisi emosional dan keputusan finansial, kamu bisa mulai membangun kebiasaan yang lebih sehat tanpa harus terus-menerus dihantui rasa takut terhadap uang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More