Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebiasaan yang Terlihat Membosankan tapi Bisa Membangun Kekayaan
Ilustrasi orang kaya (freepik.com)
  • Kekayaan jangka panjang dibangun lewat kebiasaan konsisten: memahami pertumbuhan investasi dengan Rule of 72, memulai lebih awal, dan memberi waktu pada efek bunga berbunga.

  • Tabungan, investasi, dan dana darurat dapat diotomatisasi agar tidak bergantung pada disiplin harian; dana darurat disarankan setara minimal tiga bulan biaya hidup.

  • Mencatat pengeluaran membantu mengenali pos yang bisa dikurangi dan menekan belanja impulsif, sehingga dana dapat lebih terarah untuk kebutuhan serta tujuan finansial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membangun kekayaan bukanlah proses yang biasanya memberikan hasil dalam semalam. Bagi kebanyakan orang, kondisi finansial yang lebih kuat justru terbentuk dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun. Menabung secara rutin, mengontrol pengeluaran, dan tetap berinvestasi mungkin terdengar sederhana dan bahkan membosankan. Namun, kebiasaan seperti inilah yang dapat memberikan dampak besar ketika dilakukan secara konsisten.

Dalam pengelolaan keuangan, sesuatu yang terlihat sederhana tidak selalu berarti tidak penting. Justru, kebiasaan finansial yang tidak terlalu menarik perhatian sering kali menjadi fondasi untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Dikutip dari GoBankingRates, sejumlah pakar keuangan membagikan beberapa kebiasaan sederhana yang mungkin terasa membosankan, tetapi dapat membantu seseorang memperkuat kondisi finansialnya dari waktu ke waktu.

1. Gunakan Rule of 72

Ilustrasi pengelolaan finansial (freepik.com)

Salah satu kebiasaan finansial yang dapat digunakan untuk memahami pertumbuhan investasi adalah Rule of 72. Tom Mathews, Certified Financial Educator (CFEd) sekaligus penulis buku How Money Works, merekomendasikan aturan sederhana ini untuk memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah investasi untuk menjadi dua kali lipat nilainya.

Cara menghitungnya cukup mudah. Angka 72 dibagi dengan tingkat imbal hasil tahunan investasi dalam bentuk persentase.

Misalnya, jika sebuah investasi menghasilkan rata-rata 8% per tahun, maka:

72 ÷ 8 = 9 tahun

Artinya, secara sederhana, dibutuhkan sekitar sembilan tahun agar nilai investasi tersebut berpotensi menjadi dua kali lipat, dengan asumsi tingkat imbal hasil tetap dan tanpa memperhitungkan faktor lain seperti pajak atau biaya investasi.

Rule of 72 membantu seseorang memahami bagaimana bunga berbunga atau compound growth bekerja. Aturan ini juga menunjukkan mengapa memulai investasi lebih awal dan konsisten dapat memberikan perbedaan besar dalam jangka panjang.

Bagi investor di Indonesia, konsep ini dapat digunakan sebagai gambaran awal ketika membandingkan berbagai instrumen investasi. Namun, hasil aktual tentu dapat berbeda karena tingkat imbal hasil investasi tidak selalu tetap.

2. Otomatiskan tabungan dan investasi

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Menabung dan berinvestasi secara otomatis mungkin terdengar sederhana, tetapi justru bisa menjadi salah satu kebiasaan yang paling membantu. Mathews menjelaskan bahwa ketika uang secara otomatis dipindahkan ke rekening tabungan, investasi, atau dana pensiun, seseorang tidak perlu terus-menerus mengandalkan niat atau disiplin setiap kali menerima penghasilan. Cara ini juga dapat diterapkan untuk membangun dana darurat.

Menurut pakar konsumen dan penghematan uang Andrea Woroch, dana darurat dapat membantu seseorang menghadapi pengeluaran tidak terduga tanpa harus menggunakan utang. Salah satu target yang umum digunakan adalah memiliki dana yang setara dengan setidaknya tiga bulan biaya hidup dan menyimpannya di rekening terpisah.

Salah satu caranya adalah membuat transfer otomatis dari rekening utama ke rekening tabungan setiap kali menerima gaji. Bahkan jumlah kecil yang ditabung secara rutin dapat berkembang menjadi dana yang cukup berarti dalam jangka panjang.

Tempat menyimpan dana darurat juga perlu diperhatikan. Rekening tabungan dengan bunga yang lebih tinggi dapat membantu uang tetap menghasilkan imbal hasil sambil tetap relatif mudah diakses ketika benar-benar dibutuhkan.

3. Catat ke mana uang pergi

Ilustrasi menghitung uang (freepik.com)

Mencatat pengeluaran mungkin menjadi salah satu kebiasaan finansial yang paling membosankan. Namun, kebiasaan ini dapat memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai ke mana penghasilan digunakan setiap bulan.

Menurut Mathews, seseorang tidak harus membuat spreadsheet yang rumit untuk mulai melacak pengeluaran. Dengan mengetahui pola penggunaan uang, seseorang dapat lebih mudah menemukan pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi.

Kebiasaan ini juga dapat membantu mengurangi pembelian impulsif. Woroch menyarankan untuk menghilangkan berbagai pemicu belanja, misalnya dengan menghapus aplikasi belanja, mematikan notifikasi promosi, atau berhenti berlangganan newsletter toko yang sering menawarkan diskon.

Bagi orang yang mudah tergoda ketika berada di pusat perbelanjaan, mengurangi kunjungan ke tempat-tempat yang mendorong pengeluaran juga dapat membantu. Berbelanja secara online dengan daftar kebutuhan yang sudah dibuat sebelumnya atau menggunakan layanan curbside pickup bisa menjadi salah satu alternatif.

Intinya, semakin seseorang memahami pola pengeluarannya, semakin mudah pula menentukan bagian mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu dikurangi.

4. Beri waktu untuk mengembangkan uang

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Salah satu kebiasaan yang terdengar paling sederhana dalam investasi justru adalah tidak terlalu sering melakukan apa-apa. Mathews mengatakan bahwa memantau kondisi keuangan dan investasi tetap penting. Namun, investor juga perlu memberikan waktu kepada investasinya untuk berkembang, terutama jika memiliki tujuan jangka panjang.

Strategi ini dapat membantu seseorang menghindari keputusan yang dibuat secara spontan ketika pasar mengalami naik-turun. Ketika melihat nilai investasi turun, misalnya, investor bisa saja merasa panik dan langsung menjual tanpa mempertimbangkan tujuan investasinya.

Konsep compound growth pada dasarnya membutuhkan waktu. Semakin lama uang dibiarkan berkembang dan hasil investasi kembali diinvestasikan, semakin besar potensi efek pertumbuhannya.

Karena itu, konsistensi dan kesabaran menjadi bagian penting dalam membangun kekayaan. Memulai lebih awal juga memberikan keuntungan berupa waktu yang lebih panjang bagi investasi untuk berkembang.

5. Kebiasaan sederhana bisa memberikan dampak besar

Ilustrasi uang (freepik.com)

Membangun kekayaan tidak selalu membutuhkan strategi yang rumit atau keputusan finansial yang spektakuler. Dalam banyak kasus, fondasinya justru berasal dari kebiasaan yang dilakukan berulang kali: memahami pertumbuhan investasi, menyisihkan uang secara otomatis, mencatat pengeluaran, menghindari pembelian impulsif, dan memberikan waktu bagi investasi untuk berkembang.

Bagi masyarakat Indonesia, kebiasaan tersebut dapat diterapkan tanpa harus menunggu memiliki penghasilan besar. Jumlah yang disisihkan mungkin terlihat kecil pada awalnya, tetapi konsistensi dapat menjadi lebih penting dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, tujuan dari kebiasaan finansial bukan sekadar memiliki lebih banyak uang, tetapi menciptakan kondisi keuangan yang lebih terencana dan memberikan ruang yang lebih besar untuk menghadapi kebutuhan maupun tujuan di masa depan. Sesuatu yang terasa membosankan hari ini bisa menjadi salah satu keputusan yang paling berarti ketika hasilnya dilihat beberapa tahun kemudian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article