Ilustrasi Uang (IDN Times/Lia Hutasoit)
Denomination effect dapat muncul dalam berbagai situasi, termasuk ketika seseorang menerima uang tunai dalam pecahan tertentu. Misalnya, seseorang membawa selembar Rp100 ribu untuk kebutuhan tertentu. Dia mungkin menahan diri untuk menggunakan uang tersebut karena merasa harus mengeluarkan nominal besar.
Namun, jika uang Rp100 ribu itu ditukar menjadi pecahan Rp10 ribu, pengeluaran Rp10 ribu untuk kopi, makanan ringan, ongkos, atau kebutuhan kecil lainnya dapat terasa lebih ringan.
Hal serupa dapat terjadi ketika seseorang menerima uang dalam bentuk cashback, uang kembalian, atau pecahan kecil lainnya. Uang tersebut dapat dipersepsikan sebagai dana yang lebih mudah digunakan, meskipun tetap merupakan bagian dari total uang yang dimiliki.
Memahami denomination effect penting karena keputusan keuangan sehari-hari tidak hanya dipengaruhi oleh berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi juga bagaimana uang tersebut dipersepsikan.