Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal yang Membuat Warren Buffett Rela Mengeluarkan Uang

6 min read
5 Hal yang Membuat Warren Buffett Rela Mengeluarkan Uang
Warren Buffett di SelectUSA Investment Summit 2015 (commons.wikimedia.org/USA International Trade Administration)
  • Warren Buffett, meski berharta sekitar 157,2 miliar dolar AS, tetap hidup sederhana dan menerapkan prinsip value investing: harga berbeda dari nilai yang diperoleh.

  • Buffett bersedia mengeluarkan uang besar untuk filantropi, termasuk komitmen menyumbangkan sekitar 99 persen kekayaannya, serta pengeluaran yang menghemat waktu seperti pesawat pribadi.

  • Ia juga memprioritaskan barang berkualitas, pengembangan diri, kesehatan, serta buku dan membaca karena dinilai memberi manfaat jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memiliki kekayaan hingga ratusan miliar dolar mungkin membuat seseorang terlihat seperti tidak perlu memikirkan harga ketika membeli sesuatu. Namun, Warren Buffett justru dikenal memiliki gaya hidup yang sangat sederhana dibandingkan dengan kekayaannya. Meski menurut Forbes kekayaannya saat ini mencapai sekitar 157,2 miliar dolar AS, Buffett tetap dikenal sebagai sosok yang hemat dan berhati-hati dalam menggunakan uang.

Kebiasaan tersebut juga sejalan dengan prinsip value investing yang selama ini melekat pada namanya. Bagi Buffett, sesuatu yang mahal belum tentu memberikan nilai yang sepadan, sementara barang dengan harga lebih rendah tidak selalu berarti lebih menguntungkan. Prinsip tersebut tidak hanya terlihat dalam keputusan investasinya, tetapi juga dalam cara ia menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh yang sering dibahas adalah rumahnya di kawasan Dundee, Omaha. Buffett masih tinggal di rumah keluarga dengan lima kamar tidur yang dibelinya pada 1958 seharga 31.500 dolar AS. Ia juga menjalankan Berkshire Hathaway dari Omaha, Nebraska, bukan dari pusat keuangan seperti Wall Street.

Namun, hemat bukan berarti Buffett tidak pernah mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Ada beberapa hal yang menurutnya layak mendapatkan biaya lebih besar, terutama jika pengeluaran tersebut memberikan manfaat jangka panjang, menghemat waktu, atau meningkatkan kualitas hidup.

Berikut beberapa hal yang membuat Buffett bersedia mengesampingkan kebiasaan hematnya, seperti dikutip dari GoBankingRates.

  1. 1. Berdonasi dan berkontribusi untuk amal

    Berdonasi
    Ilustrasi berdonasi (magnific.com)

    Salah satu hal yang paling kontras dengan gaya hidup hemat Buffett adalah jumlah uang yang ia berikan untuk kegiatan filantropi. Pada 2010, Buffett bersama pendiri Microsoft Bill Gates dan sejumlah miliarder lainnya bergabung dalam The Giving Pledge, sebuah komitmen untuk memberikan sebagian besar kekayaan mereka kepada kegiatan amal dan tujuan sosial.

    Buffett sendiri telah menyumbangkan puluhan miliar dolar untuk berbagai organisasi amal dan kegiatan filantropi. Ia juga berkomitmen untuk memberikan sekitar 99 persen kekayaannya untuk tujuan amal, baik selama hidupnya maupun setelah meninggal dunia.

    Komitmen tersebut menempatkan Buffett dalam tradisi para pengusaha dan industrialis kaya yang menggunakan sebagian besar kekayaan mereka untuk kegiatan sosial, seperti Andrew Carnegie dan John D. Rockefeller. Bagi Buffett, menggunakan uang untuk membantu orang lain merupakan bentuk penggunaan kekayaan yang memiliki nilai lebih besar daripada sekadar menambah jumlah aset pribadi.

    Dan kontribusi tidak selalu harus berupa uang. Menyumbangkan waktu, pengetahuan, atau keterampilan juga dapat menjadi bentuk kontribusi yang berarti, terutama bagi orang yang belum memiliki kemampuan finansial untuk memberikan donasi dalam jumlah besar.

  2. 2. Membeli kembali waktu

    Pesawat
    Ilustrasi pesawat (magnific.com)

    Salah satu pengeluaran Buffett yang cukup menarik adalah pembelian pesawat jet pribadi untuk kebutuhan perusahaan.

    Berdasarkan surat Berkshire Hathaway kepada pemegang saham, Buffett pertama kali membeli pesawat dengan harga 850 ribu dolar AS. Beberapa tahun kemudian, ia kembali mengeluarkan 6,7 juta dolar AS untuk membeli pesawat bekas.

    Menariknya, Buffett sendiri menyadari bahwa pembelian tersebut merupakan sebuah kemewahan. Ia bahkan menjulukinya dengan nama The Indefensible. Namun, pengeluaran tersebut memiliki alasan yang cukup praktis: waktu.

    Dengan aktivitas bisnis dan perjalanan yang cukup padat, menggunakan pesawat pribadi dapat membuat perjalanan menjadi jauh lebih fleksibel dan efisien. Alih-alih menghabiskan banyak waktu dalam perjalanan komersial, Buffett dapat menggunakan waktu tersebut untuk aktivitas lain.

    Ini juga menunjukkan salah satu cara Buffett melihat uang: terkadang pengeluaran yang mahal tetap memiliki nilai jika dapat membeli sesuatu yang tidak bisa dikembalikan, yaitu waktu.

    Bagi kebanyakan orang, tentu saja, membeli jet pribadi bukan pilihan yang realistis. Tetapi prinsipnya dapat diterapkan dalam skala yang jauh lebih sederhana. Membayar layanan yang menghemat waktu, misalnya, mungkin masuk akal jika waktu yang dihemat dapat digunakan untuk bekerja, beristirahat, atau mengurus hal yang lebih penting.

  3. 3. Membeli barang berkualitas

    Barang mewah
    Ilustrasi barang mewah (freepik.com)

    Hemat bukan berarti selalu membeli barang dengan harga termurah. Buffett terkenal dengan prinsipnya bahwa harga dan nilai adalah dua hal yang berbeda.

    Dalam salah satu surat tahunannya, ia menulis bahwa harga adalah sesuatu yang kita bayarkan, sedangkan nilai adalah sesuatu yang kita dapatkan. Prinsip tersebut juga berlaku untuk barang sehari-hari.

    Buffett pernah menyampaikan bahwa, baik ketika membeli saham maupun barang seperti kaus kaki, ia lebih menyukai produk berkualitas ketika sedang ditawarkan dengan harga yang menarik. Dengan kata lain, ia tidak selalu mencari barang paling murah. Ia mencari nilai yang sepadan dengan harga yang dibayar.

    Contohnya, membeli sepatu berkualitas lebih baik dengan harga yang sedikit lebih mahal mungkin justru lebih ekonomis jika sepatu tersebut dapat digunakan selama bertahun-tahun. Sebaliknya, membeli barang murah hanya karena harganya rendah bisa menjadi lebih mahal dalam jangka panjang jika barang tersebut cepat rusak dan harus sering diganti.

    Prinsip ini dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, elektronik, hingga kendaraan.

  4. 4. Pengembangan diri

    Ilustrasi kursus online (freepik.com)
    Ilustrasi kursus online (freepik.com)

    Salah satu bentuk pengeluaran yang menurut Buffett memiliki nilai jangka panjang adalah investasi terhadap diri sendiri. Ia beberapa kali menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan dan menjaga kesehatan karena manusia merupakan aset yang harus digunakan sepanjang hidup.

    Investasi pada diri sendiri dapat memiliki berbagai bentuk, seperti:

    • Mengembangkan keterampilan baru
    • Belajar bahasa asing
    • Mengikuti kursus atau pelatihan
    • Melanjutkan pendidikan
    • Mempelajari investasi dan pengelolaan keuangan
    • Menjaga kebugaran
    • Memperhatikan pola makan
    • Mendapatkan bantuan profesional ketika dibutuhkan

    Bagi Buffett, manfaat dari investasi semacam ini tidak hanya dirasakan dalam waktu singkat. Keterampilan dan pengetahuan yang bertambah dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk menghasilkan nilai dan pendapatan di masa depan.

    Hal yang sama berlaku untuk kesehatan. Menjaga tubuh dan pikiran bukan sekadar pengeluaran, tetapi bagian dari menjaga kemampuan seseorang untuk tetap produktif dalam jangka panjang.

    Karena itu, ketika memiliki uang lebih, tidak semua pengeluaran untuk diri sendiri harus dianggap sebagai pemborosan. Ada perbedaan antara mengeluarkan uang demi konsumsi sesaat dan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup atau kemampuan dalam jangka panjang.

  5. 5. Membeli dan membaca buku

    Buku
    Ilustrasi buku (magnific.com)

    Buffett juga dikenal sebagai pembaca yang rajin. Ia pernah menjelaskan bahwa ia menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan berpikir karena kebiasaan tersebut membantunya mengambil keputusan dengan lebih matang dan menghindari keputusan impulsif. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari filosofi Buffett tentang pembelajaran sepanjang hidup.

    Surat tahunan Berkshire Hathaway juga sering menunjukkan betapa luasnya referensi yang digunakan Buffett dalam menjelaskan bisnis dan investasi. Ia tidak hanya berbicara tentang laporan keuangan, tetapi juga menggunakan berbagai contoh sejarah, literatur, dan kehidupan sehari-hari.

    Bagi Buffett, buku bukan sekadar hiburan. Membaca memberikan kesempatan untuk mempelajari pengalaman, gagasan, dan perspektif yang mungkin tidak bisa diperoleh hanya dari pengalaman pribadi. Dibandingkan dengan banyak bentuk pengeluaran lainnya, buku relatif murah untuk memberikan akses terhadap pengetahuan.

  6. 6. Hemat bukan berarti tidak pernah mengeluarkan uang

    Gaya hidup Warren Buffett memberikan gambaran menarik tentang perbedaan antara hemat dan pelit. Hemat bukan berarti menolak semua pengeluaran atau selalu memilih pilihan termurah. Yang lebih penting adalah memahami apakah uang yang dikeluarkan memberikan nilai yang sepadan.

    Buffett tetap mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk hal-hal yang menurutnya memiliki manfaat tertentu, mulai dari kegiatan filantropi hingga pengeluaran yang dapat menghemat waktu. Ia juga bersedia membayar lebih untuk kualitas dan terus mengalokasikan uang serta waktunya untuk pengembangan diri dan pembelajaran.

    Bagi kebanyakan orang, tentu saja, angka yang dikeluarkan Buffett tidak dapat dijadikan patokan. Kondisi keuangan, penghasilan, kebutuhan, dan tujuan setiap orang berbeda. Namun, prinsip di balik kebiasaannya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebelum membeli sesuatu, pertanyaannya tidak harus selalu "Bagaimana mendapatkan harga termurah?", tetapi juga "Apa yang saya dapatkan dari uang yang saya keluarkan?"

    Dengan cara berpikir tersebut, hidup hemat tidak harus berarti mengorbankan semua kenyamanan. Sebaliknya, kamu dapat lebih selektif dalam menentukan kapan harus berhemat, kapan layak membayar lebih, dan pengeluaran mana yang benar-benar memberikan nilai untuk kehidupan kamu dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More