ilustrasi grafik ekonomi (pexels.com/Monstera Production)
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Xinhua, laba bersih Netflix untuk kuartal yang berakhir 30 September 2026 mencapai 3,66 miliar dolar AS atau setara Rp69,42 triliun (kurs Rp18.967). Realisasi tersebut melonjak 44 persen dibandingkan perolehan 2,55 miliar dolar AS atau setara Rp48,37 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu. Pada saat yang sama, pendapatan naik 11,8 persen secara tahunan menjadi 12,87 miliar dolar AS atau setara Rp244,11 triliun, melambat dari laju 13,4 persen pada kuartal kedua.
Laba operasional perseroan tumbuh 37 persen menjadi 4,46 miliar dolar AS atau setara Rp84,59 triliun dengan margin operasional meningkat dari 28,2 persen menjadi 34,6 persen. Laba per saham dilusian tercatat 87 sen, melampaui estimasi konsensus analis yang berada di level 82 sen per saham. Untuk setahun penuh 2026, perseroan memproyeksikan total pendapatan sekitar 51,1 miliar dolar AS atau setara Rp969,21 triliun dengan margin operasional 31,5 persen.
Namun, manajemen memangkas target pendapatan iklan tahun 2026 menjadi sekitar 2,7 miliar dolar AS atau setara Rp51,21 triliun dari proyeksi awal sebesar tiga miliar dolar AS atau setara Rp56,90 triliun. Perseroan menyatakan penyesuaian target itu disebabkan lambatnya peluncuran kapabilitas produk iklan tertentu.
Untuk kuartal keempat, Netflix memperkirakan pendapatan 13,44 miliar dolar AS atau setara Rp254,92 triliun—sedikit di bawah estimasi konsensus analis sebesar 13,5 miliar dolar AS—dan laba bersih 2,79 miliar dolar AS atau setara Rp52,92 triliun dengan laba per saham 67 sen, berada di bawah estimasi analis sebesar 73 sen.