Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Efisiensi Karyawan, Netflix Pangkas 1.000 Pekerja di Berbagai Negara

3 min read
Efisiensi Karyawan, Netflix Pangkas 1.000 Pekerja di Berbagai Negara
logo Netflix (pexels.com/John-Mark Smith)
  • Netflix memangkas sekitar 1.000 pekerja atau 6 persen tenaga kerja global, terutama di divisi SDM, hukum, produk, dan teknologi, sebagai pengurangan terbesar sejak 2022.
  • Manajemen menyebut bisnis tetap kuat dan proyeksi keuangan dipertahankan, tetapi pertumbuhan menghadapi stagnasi waktu tonton serta persaingan dari YouTube, TikTok, dan layanan streaming lain.
  • Netflix memperluas pendapatan melalui olahraga langsung, dokumenter, gim, dan iklan, namun dinilai belum menemukan sumber pendapatan utama baru di tengah konsolidasi industri media.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Netflix memangkas sekitar 1.000 karyawan di berbagai negara pada Rabu (14/10/2026), setara dengan 6 persen dari total tenaga kerjanya. Kebijakan ini menjadi langkah pengurangan karyawan terbesar yang dilakukan perusahaan sejak 2022.

Keputusan tersebut disampaikan melalui surat elektronik internal yang dikirimkan Chief Executive Officer (CEO) Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, kepada para pegawai. Dalam pesan itu, manajemen menjelaskan pertimbangan strategis di balik keputusan pengurangan tenaga kerja.

“Misi kami - untuk menghibur dunia - ambisius, dan untuk mewujudkannya mengharuskan kami untuk disiplin tentang di mana kami memprioritaskan orang dan sumber daya kami. Bisnis kami kuat dan terus tumbuh, dan kami tetap berada di jalur untuk mencapai perkiraan setahun penuh kami,” tulisnya, dikutip CNBC, Kamis (15/10).

"Kami akan terus berinvestasi secara agresif di area berdampak tinggi untuk meningkatkan layanan kami dan lebih mendorong pertumbuhan dan inovasi. Melakukan itu berarti membuat pilihan yang terfokus di seluruh bisnis sehingga kami dapat terus memberikan hasil bagi anggota, mitra, karyawan, dan investor kami," sambungnya.

  1. 1. Manajemen Netflix jelaskan dampak pemangkasan karyawan

    ilustrasi kerja di kantor (pexels.com/Misbaa eri)
    ilustrasi kerja di kantor (pexels.com/Misbaa eri)

    Pengurangan tenaga kerja tersebut terutama menyasar sejumlah divisi, termasuk sumber daya manusia (SDM), hukum, produk, dan teknologi. Para manajer akan segera menginformasikan keputusan tersebut kepada pegawai yang terdampak, sementara Netflix tetap mempertahankan proyeksi keuangannya menjelang pengumuman laporan pendapatan pada Selasa (20/10).

    Sebelumnya, Netflix melakukan pemangkasan sekitar 450 pekerjaan pada 2022 setelah perusahaan kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam satu dekade, menurut laporan BBC. Dalam konferensi Bloomberg Screentime, Sarandos juga mengakui adanya tekanan terhadap pertumbuhan perusahaan dan menyebut Netflix tak berkembang secepat yang diharapkan.

  2. 2. Persaingan layanan streaming batasi pertumbuhan Netflix

    ilustrasi menonton film (pexels.com/cottonbro studio)
    ilustrasi menonton film (pexels.com/cottonbro studio)

    Netflix menghadapi tantangan pertumbuhan karena waktu menonton pelanggan cenderung stagnan, sedangkan penambahan pengguna baru lebih banyak ditopang oleh kebijakan pembatasan berbagi kata sandi dan penawaran paket beriklan dengan harga lebih murah. Kondisi tersebut turut mengubah perhatian investor, yang kini mempertimbangkan tingkat keterlibatan pengguna berdasarkan waktu yang mereka habiskan di layanan streaming.

    Netflix juga bersaing memperebutkan perhatian penonton dengan platform gratis seperti YouTube dan TikTok. Pada saat yang sama, industri hiburan mengalami konsolidasi melalui kesepakatan penggabungan senilai 110 miliar dolar AS (setara Rp1.969 triliun) antara Paramount dan Warner Bros. (WB), pemilik Home Box Office (HBO), dengan entitas gabungan di bawah Skydance berencana mengintegrasikan layanan Paramount+ dan HBO Max.

  3. 3. Netflix memperluas konten untuk mendiversifikasi pendapatan

    ilustrasi bermain gim (pexels.com/RDNE Stock project)
    ilustrasi bermain gim (pexels.com/RDNE Stock project)

    Netflix memperluas bisnisnya ke sejumlah sektor, mulai dari siaran olahraga langsung, dokumenter, gim video, hingga iklan, untuk mendiversifikasi sumber pendapatan. Perusahaan juga merilis judul baru, termasuk serial misteri bawah air Below, tetapi belum kembali memiliki tayangan yang menjadi perbincangan luas seperti Stranger Things dan Squid Game, yang sebelumnya mendorong pertumbuhan besar.

    Senior Analyst di eMarketer, Ross Benes, menilai upaya diversifikasi tersebut masih menghadapi tantangan karena Netflix belum menemukan sumber pendapatan utama baru. Menurut Benes, perusahaan yang pertumbuhannya mendekati batas atas membutuhkan aliran pendapatan tambahan agar dapat beradaptasi.

    Pemangkasan karyawan Netflix juga sejalan dengan langkah serupa di industri media. Pada bulan sebelumnya, Disney memangkas sekitar 300 karyawan dari divisi sumber daya manusia dan teknologi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More