Ilustrasi kurir paket (pexels.com/Liza Summer)
Bagaimana kalau kamu sudah terlanjur membuka tautan, memberikan informasi, atau melakukan transfer? Jangan menunggu sampai saldo berkurang baru bertindak. Segera hubungi bank melalui kanal resmi dan jelaskan kejadian yang kamu alami agar bisa mendapatkan arahan untuk mengamankan rekening atau transaksi.
Simpan juga bukti percakapan, nomor telepon, rekening tujuan, tautan, file, dan tangkapan layar yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Jangan menghapus bukti hanya karena merasa malu atau takut dimarahi, karena informasi itu bisa membantu proses penanganan laporan. Semakin cepat kamu bertindak setelah menyadari ada yang gak beres, semakin banyak langkah pengamanan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian.
Penipuan berkedok kurir memang memanfaatkan sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian kita: paket belanja online. Karena itu, pelaku gak selalu perlu membuat cerita yang rumit, cukup membuat kamu percaya bahwa ada barang yang sedang dalam perjalanan. Begitu rasa penasaran atau panik muncul, korban bisa terdorong mengikuti instruksi tanpa sempat memeriksa kebenarannya.
Kamu gak harus menjadi ahli keamanan digital untuk menghindari modus seperti ini. Pegang tiga aturan sederhana: jangan buka tautan atau file mencurigakan, jangan berikan kode rahasia, dan selalu lakukan pengecekan melalui kanal resmi. Kalau ada 'kurir' yang membuat kamu terburu-buru mengambil keputusan, justru ambil jeda sebentar karena penipu biasanya mengandalkan kepanikan korban.