Jakarta, IDN Times - Pelaku UMKM terus berinovasi menghadirkan produk fesyen yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan diri penggunanya. Hal ini juga dilakukan oleh Madinah Salma Tsuraya, perempuan penyandang disabilitas rungu dan wicara asal Semarang yang mengembangkan Madinasalma Fashion sebagai usaha dengan desain elegan dan unik.
Madinasalma Fashion, UMKM Difabel yang Tumbuh Lewat Digitalisasi

1. Berawal dari hobi, berkembang jadi usaha
Madinasalma Fashion menghadirkan produk ready-to-wear (RTW) hingga layanan couture sesuai permintaan pelanggan. Produk yang ditawarkan mengusung desain simpel, elegan, dan kekinian, dengan bahan yang nyaman serta karakter yang tidak pasaran.
Pemilik Madinasalma Fashion, Madinah Salma Tsuraya, mengatakan usaha ini berangkat dari ketertarikannya di dunia fesyen yang kemudian dikembangkan secara bertahap.
“Madinasalma Fashion berawal dari hobi di bidang fesyen dan keinginan punya usaha sendiri. Mulai sekitar tahun 2022, dari skala kecil secara offline, lalu berkembang dengan konsistensi dan kepercayaan pelanggan,” ujarnya.
2. Manfaatkan LinkUMKM untuk dorong digitalisasi usaha
Dalam perjalanannya, Madinasalma Fashion mulai memperluas pemasaran melalui berbagai kanal, termasuk platform digital dan social commerce. Madinah juga memanfaatkan LinkUMKM sebagai sarana belajar untuk meningkatkan kapasitas bisnis.
“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI dari teman. Saya tertarik untuk bergabung karena melihat banyak manfaat yang ditawarkan, terutama dalam hal edukasi bisnis dan dukungan untuk UMKM agar bisa berkembang lebih modern dan digital,” ungkapnya.
Melalui platform tersebut, Madinasalma Fashion mendapatkan pelatihan digital marketing dan pengelolaan usaha, sehingga promosi menjadi lebih optimal dan pesanan meningkat. Dalam operasionalnya, usaha ini juga memanfaatkan layanan BRI seperti QRIS dan tabungan usaha untuk mendukung transaksi yang lebih praktis serta pengelolaan keuangan yang lebih rapi.
3. LinkUMKM telah dimanfaatkan jutaan pelaku usaha
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah digunakan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring. Platform ini menyediakan berbagai fitur terintegrasi seperti UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta registrasi NIB, yang didukung lebih dari 750 modul pembelajaran.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa LinkUMKM menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat pemberdayaan UMKM secara inklusif dan berkelanjutan.
“Pengalaman Madinasalma Fashion menunjukkan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, pelaku usaha tetap memiliki peluang untuk berkembang dan meningkatkan daya saing. Melalui pemanfaatan LinkUMKM sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan BRI, pelaku usaha dapat memperkuat kapasitas bisnisnya secara lebih terarah. Ke depan, BRI akan terus memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” pungkasnya. (WEB)