Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Integrasi Dimulai, INKA Bakal Masuk Ekosistem Grup KAI

Integrasi Dimulai, INKA Bakal Masuk Ekosistem Grup KAI
Beberapa kereta api mencatat okupansi tertinggi melebihi kapasitas tempat duduk saat hari Paskah, Minggu (20/4/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Intinya Sih
  • PT Danantara Asset Management resmi memulai integrasi antara KAI dan INKA untuk menyatukan visi, membangun nilai bersama, serta menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai fokus utama.
  • Integrasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api nasional dengan proyeksi kebutuhan sekitar 156 rangkaian KRL hingga tahun 2040.
  • INKA memperoleh kepastian pasar jangka panjang yang mendorong investasi, peningkatan kapasitas produksi, serta memperkuat rantai pasok dan penyerapan tenaga kerja di sektor perkeretaapian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Danantara Asset Management (DAM) memulai proses integrasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

Proses itu ditandai dengan kegiatan Kick-Off Integrasi KAI dan INKA yang digelar Selasa, (21/7/2026). Tim Project Management Office (PMO) dan konsultan pendamping turut hadir.

Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management, Desty Arlaini mengatakan, proses integrasi perlu diawali dengan kesamaan visi dari seluruh jajaran pimpinan dan insan kedua perusahaan.

“Seluruh pimpinan perlu memiliki visi yang sama, membangun nilai bersama, dan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai orientasi utama. KAI dan INKA harus menjadi satu tim yang saling menghormati kompetensi masing-masing,” ujar Desty dikutip dari keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

1. Satukan operator dengan manufaktur

PHOTO-2026-07-22-15-15-20.jpeg
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin dalam Kick-Off Integrasi KAI dengan PT INKA (Persero). (dok. KAI)

Integrasi diarahkan untuk menyelaraskan proyeksi kebutuhan layanan kereta api dengan kemampuan industri manufaktur nasional.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, integrasi KAI dan INKA membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api Indonesia. Kebutuhan sarana dalam jangka panjang membutuhkan perencanaan yang semakin terhubung antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen.

“Integrasi KAI dan INKA merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras,” tutur Bobby.

2. INKA masuk ekosistem bisnis KAI

Pabrik PT INKA (inka.co.id)
Pabrik PT INKA (inka.co.id)

Bobby mengatakan, saat ini Indonesia menghadapi besarnya kebutuhan Kereta Rel Listrik atau KRL. Berdasarkan perhitungan awal KAI, kebutuhan KRL hingga 2040 diproyeksikan mencapai sekitar 156 rangkaian.

Proyeksi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan bagi industri manufaktur nasional. Pemenuhannya membutuhkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, penguatan penguasaan teknologi, kepastian kualitas, serta keselarasan antara kebutuhan operator dan kemampuan produsen.

“Kebutuhan sekitar 156 rangkaian KRL hingga 2040 memberikan gambaran besarnya peluang pengembangan industri ini. Angka tersebut belum mencakup kebutuhan Kereta Rel Diesel, sarana kereta api jarak jauh, lokomotif, serta sarana untuk layanan barang,” katanya.

Bobby mengatakan, sejumlah negara dengan industri kereta api maju juga membangun keterhubungan yang kuat antara operator dan perusahaan manufaktur. Model tersebut membantu menyelaraskan proyeksi kebutuhan sarana, pengembangan teknologi, standardisasi produk, dan kapasitas produksi dalam jangka panjang.

Bobby menambahkan, manufaktur akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem bisnis KAI. Integrasi itu memberi ruang bagi kedua perusahaan untuk menyusun proyeksi kebutuhan secara lebih terukur sekaligus meningkatkan daya saing produk kereta api buatan Indonesia.

Harapannya, hubungan yang makin erat antara operator dan produsen dapat memperkuat kepastian kebutuhan, kesiapan produksi, serta pengembangan sarana yang sesuai dengan karakter layanan di Indonesia.

“Integrasi KAI dan INKA merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras,” ujar Bobby.

3. INKA punya pasar tetap

PHOTO-2026-07-22-14-25-59.jpeg
Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA, Bambang Jatmika Direktur Utama dalam Kick-Off Integrasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dengan PT INKA (Persero). (dok. INKA)

Direktur Utama PT INKA, Bambang Jatmika mengatakan, integrasi itu memberikan kepastian proyeksi kebutuhan jangka panjang, yang sebagai fondasi penting bagi penguatan industri manufaktur.

Dengan perencanaan yang lebih terintegrasi, perusahaan dapat melakukan investasi secara lebih terukur, meningkatkan kemampuan rekayasa, memperkuat penguasaan teknologi, serta mengembangkan kapasitas produksi yang berkelanjutan.

Integrasi itu membawa dampak di dua tingkatan. Secara makro, sinergi itu memperkuat industri strategis nasional dan mendorong investasi di sektor perkeretaapian.

Secara mikro, sinergi ini membuka peluang bagi pemasok dan UMKM, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Industri perkeretaapian punya efek berganda yang besar. Setiap peningkatan kapasitas produksi kami turut menggerakkan ratusan perusahaan dalam rantai pasok nasional. Mulai dari industri komponen hingga jasa logistik,” ucap Bambang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More