Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Buy Stop Order untuk Batasi Risiko Trading

Mengenal Buy Stop Order untuk Batasi Risiko Trading
ilustrasi saham (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Buy stop order adalah instruksi beli otomatis saat harga menyentuh level tertentu, berguna untuk memanfaatkan momentum kenaikan atau membatasi risiko kerugian posisi short.
  • Strategi ini membantu trader mengunci keuntungan atau mencegah kerugian besar dengan menempatkan buy stop di atas atau di bawah harga entry sesuai arah pergerakan pasar.
  • Dalam praktiknya, trader dapat memasang buy stop sedikit di atas resistance untuk menangkap peluang breakout, atau sebagai proteksi jika harga berbalik naik dari posisi short.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Dalam dunia trading, buy stop order menjadi salah satu instruksi yang kerap diandalkan pelaku pasar. Mekanisme ini merupakan perintah untuk membeli suatu sekuritas saat harganya menyentuh level yang sudah ditentukan sebelumnya.

Dilansir Investopedia, melalui sistem ini, buy stop dapat berubah status menjadi limit order maupun market order. Fleksibilitas tersebut membantu trader memanfaatkan momentum kenaikan harga atau meminimalkan risiko kerugian saat mengambil posisi short.

​Berikut penjelasan mengenai fungsi dan penerapan strategi buy stop order dalam aktivitas perdagangan saham.

1. ​Membatasi risiko kerugian maksimal pada posisi short

ilustrasi saham terkikis (IDN Times/Arief Rahmat)
ilustrasi saham terkikis (IDN Times/Arief Rahmat)

​Buy stop order kerap dimanfaatkan sebagai pelindung dari potensi kerugian yang tidak terbatas ketika investor mengambil posisi short. Saat investor memprediksi harga sekuritas akan melemah, keuntungan didapat dengan membeli kembali saham di harga yang lebih rendah demi menutup transaksi short tersebut.

Namun, jika harga justru bergerak naik, investor dapat mengantisipasinya dengan memasang buy stop order guna menutup posisi pada tingkat harga yang dapat ditoleransi. Dalam fungsinya yang satu ini, buy stop biasa dikenal dengan istilah stop loss order.

​Pemasangan harga buy stop oleh seorang short seller bisa diatur di atas maupun di bawah harga awal masuk (entry). Apabila harga saham merosot tajam, penempatan buy stop di bawah harga awal berfungsi untuk mengunci keuntungan dari potensi pembalikan arah harga ke depan.

Sebaliknya, bagi investor yang fokus menghindari kerugian besar akibat lonjakan harga yang signifikan, buy stop order akan dipasang di atas harga penjualan short awal.

2. ​Menangkap peluang keuntungan dari momentum breakout

Ilustrasi Saham.
Ilustrasi Saham. (IDN Times/Aditya Pratama)

​Di samping mengantisipasi risiko, strategi buy stop juga efektif digunakan untuk meraih profit dari proyeksi kenaikan harga. Berdasarkan analisis teknikal, pergerakan harga dibatasi oleh level resistance sebagai batas atas dan support sebagai batas bawah.

Sebagian investor memiliki keyakinan bahwa saham yang berhasil menembus batas resistance, sebuah kondisi yang dinamakan breakout akan terus bergerak menguat.

​Dalam situasi inilah buy stop order bekerja optimal. Investor dapat menempatkan order tersebut sedikit di atas garis resistance untuk langsung mengambil keuntungan sesaat setelah breakout terjadi. Setelah posisi beli aktif, stop loss order dapat dipasang kembali demi melindungi portofolio dari risiko penurunan harga yang mendadak.

3. ​Contoh penerapan buy stop order pada saham

ilustrasi saham syariah (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi saham syariah (IDN Times/Aditya Pratama)

​Sebagai gambaran, perhatikan pergerakan saham ABC yang bergerak di rentang harga 9 dolar AS hingga 10 dolar AS. Seorang trader yang memperkirakan harga ABC akan melewati batas atas tersebut dapat memasang buy stop order di angka 10,20 dolar AS.

Begitu harga pasar menyentuh angka tersebut, instruksi otomatis berubah menjadi market order dan sistem langsung mengeksekusi pembelian pada harga terbaik berikutnya yang tersedia.

​Mekanisme yang sama berlaku untuk mengamankan posisi short. Misalkan seorang trader memiliki posisi short berskala besar pada saham ABC karena memprediksi harganya akan jatuh.

Guna mengantisipasi pergerakan pasar yang berbalik arah naik, trader memasang buy stop order yang akan memicu aksi beli jika harga ABC melonjak. Langkah ini memberikan kesempatan bagi trader untuk menyeimbangkan kerugian meskipun pasar bergerak tidak sesuai prediksi awal.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More