TikTok Tutup Kantor di Nashville dan PHK 250 Karyawan

- TikTok U.S.D.S. Joint Venture menutup kantor moderasi konten di Nashville, Tennessee, secara bertahap hingga 5 Oktober 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi dan efisiensi operasional.
- Sebanyak 250 karyawan terdampak PHK menerima pemberitahuan lewat email, lalu akses sistem dan perangkat kerja dinonaktifkan; perusahaan menyatakan telah menyiapkan paket pesangon.
- Firma hukum menyelidiki dugaan pelanggaran kewajiban pemberitahuan 60 hari, sementara TikTok mengalihkan moderasi konten ke AI dan menegaskan komitmen keamanan pengguna AS.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan patungan TikTok di Amerika Serikat resmi menutup kantor operasionalnya di Nashville, Tennessee, pada Rabu (5/8/2026). Keputusan ini berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 250 karyawan di divisi moderasi konten.
Penutupan kantor akan dilakukan secara bertahap hingga Oktober 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi restrukturisasi operasional TikTok di kawasan Amerika Serikat.
1. Penutupan kantor di Nashville dilakukan demi efisiensi

TikTok U.S.D.S. Joint Venture telah menyampaikan laporan resmi terkait rencana pemangkasan tenaga kerja kepada otoritas ketenagakerjaan Tennessee. Kantor yang berlokasi di kawasan Music Row, Nashville, tersebut sebelumnya difokuskan untuk tim moderasi konten.
"Kami memutuskan untuk menutup kantor di Nashville guna menyederhanakan operasional dan menyelaraskan tim demi pertumbuhan jangka panjang," kata juru bicara TikTok U.S.D.S. Joint Venture, dilansir The Next Web.
Perusahaan menargetkan proses penutupan kantor rampung pada 5 Oktober 2026. Keputusan ini diambil setelah TikTok menyewa gedung operasional tersebut selama sekitar dua tahun.
2. Karyawan di-PHK lewat email dan akses sistem diputus

Para pekerja terdampak menerima surat pemberitahuan PHK melalui email pada Rabu pagi. Setelah pesan dikirim, perusahaan langsung menonaktifkan seluruh akses sistem internal dan perangkat kerja mereka.
Di sisi lain, firma hukum Strauss Borrelli PLLC mulai meneliti dugaan pelanggaran aturan ketenagakerjaan federal terkait masa pemberitahuan PHK.
"Kami meneliti apakah TikTok melanggar aturan karena tidak memberikan pemberitahuan minimal 60 hari sebelum memutus hubungan kerja 250 karyawan," ujar pengacara Strauss Borrelli PLLC.
Meski demikian, manajemen perusahaan menyatakan telah menyiapkan paket pesangon bagi seluruh karyawan yang terdampak.
3. TikTok perkuat peran teknologi AI untuk moderasi konten

Restrukturisasi ini bertepatan dengan peralihan teknologi di industri media sosial, yang kini makin mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk memoderasi konten. Kendati demikian, TikTok menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga keamanan para pengguna.
"Kami tetap berkomitmen penuh memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi 200 juta pengguna di Amerika Serikat," kata juru bicara TikTok U.S.D.S. Joint Venture.
Pemangkasan tenaga kerja di Nashville ini menyusul penyesuaian serupa yang sebelumnya dilakukan TikTok di sejumlah negara. Penggunaan teknologi AI dinilai dapat meningkatkan efisiensi proses peninjauan konten platform secara global.





















