Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Risiko Investasi Emas yang Perlu Diketahui Sebelum Memulainya
ilustrasi emas (pixabay.com/hamiltonleen)
  • Emas memang populer sebagai aset pelindung nilai, tapi tetap memiliki risiko yang perlu dipahami agar keputusan investasi lebih bijak dan sesuai tujuan keuangan.
  • Harga emas bisa berfluktuasi karena faktor ekonomi global, sementara penyimpanan emas fisik berisiko kehilangan atau pencurian jika tidak dijaga dengan aman.
  • Emas tidak menghasilkan pendapatan pasif dan memiliki selisih harga beli-jual, sehingga keuntungan baru terasa saat harga naik cukup signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Emas sering dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang aman karena bisa mempertahankan nilainya untuk jangka panjang. Popularitasnya sebagai aset melindung nilai ternyata membuat banyak orang cenderung memilih emas untuk memproteksi kekayaan dari risiko terjadinya inflasi hingga ketidakpastian ekonomi.

Investasi emas tetap memiliki sejumlah risiko yang harus benar-benar dipahami oleh setiap investor sebelum memulainya. Dengan memahami berbagai potensi risiko sejak awal, maka bisa membantu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan sesuai tujuan keuangannya.

1. Harga emas tetap dapat mengalami fluktuasi

ilustrasi emas (pexels.com/Robert Lens)

Banyak orang beranggapan harga emas selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, padahal ternyata kenyataannya harga emas bisa mengalami penurunan pada periode tertentu. Pergerakan harga ternyata bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, tingkat suku bunga, hingga permintaan pasar.

Investor yang membeli emas pada harga yang tinggi ternyata kerap berpotensi mengalami kerugian jika harus menjualnya pada saat harga relatif turun. Penting untuk memahami harga emas tetap memiliki risiko pasar tersendiri, meski sering dianggap lebih stabil jika dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lainnya

2. Risiko kehilangan atau pencurian emas fisik

ilustrasi brankas (unsplash.com/Andrej Sachov)

Bagi investor yang memilih menyimpan emas fisik, keamanan memang menjadi salah satu aspek yang harus benar-benar diperhatikan dengan serius. Emas merupakan aset yang bernilai tinggi dan mudah dipindahkan, sehingga sangat berpotensi mengalami pencurian apabila tidak disimpan aman.

Selain risiko pencurian, emas fisik juga bisa hilang akibat kelalaian hingga kerusakan pada tempat penyimpanan. Pada beberapa kasus, pemilik bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bisa menyewa brankas atau dengan menggunakan layanan penyimpanan yang dianggap jauh lebih aman.

3. Tidak menghasilkan pendapatan pasif

ilustrasi emas (pexels.com/3D Render)

Berbeda dengan deposito yang kerap memberikan bunga atau saham yang berpotensi membagi dividen, emas justru tidak menghasilkan pendapatan pasif selama dimiliki oleh pemiliknya. Keuntungan investasi emas pada umumnya baru bisa diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual pada saat nilai emas mulai meningkat secara signifikan.

Kondisi ini membuat investor harus mengandalkan kenaikan harga sebagai sumber keuntungan utama dan kerap kali justru memakan waktu tidak sebentar. Jika harga bergerak stagnan dalam waktu cukup lama, maka nilai investasi mungkin tidak akan berkembang secepat instrumen lain yang kerap menghasilkan pendapatan secara berkala.

4. Adanya selisih harga beli dan harga jual

ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Maryam)

Salah satu hal yang sering tidak disadari investor pemula adalah adanya selisih harga beli dan harga jual emas. Pada saat membeli emas, harga yang dibayarkan biasanya akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan harga yang diterima apabila emas langsung dijual kembali pada saat yang sama.

Selisih tersebut akan membuat investor membutuhkan kenaikan harga terlebih dahulu sebelum memperoleh keuntungan. Jika emas dijual dalam waktu terlalu singkat setelah pembelian, peluang mengalami kerugian menjadi jauh lebih besar.

Investasi emas menawarkan berbagai keunggulan, namun tetap memiliki risiko. Risiko tersebut menjadi hal yang patut dipertimbangkan sebelum mulai berinvestasi. Memahami risiko membuat investor untuk menyusun strategi investasi yang lebih bijak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article