ilustrasi investasi (pexels.com/Anna Nekrashevich)
Penerapan Rule of 72 dalam investasi dapat dimulai dengan menentukan target keuangan dan memperkirakan tingkat imbal hasil tahunan yang relevan. Setelah itu, investor bisa menggunakan rumus tersebut untuk mengetahui perkiraan waktu yang dibutuhkan agar modal awal berkembang menjadi dua kali lipat. Hasil perhitungan ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jangka waktu investasi dan mengevaluasi kesesuaian instrumen dengan kebutuhan finansial.
Langkah berikutnya adalah membandingkan beberapa instrumen investasi berdasarkan asumsi tingkat imbal hasil dan potensi risiko yang menyertainya. Sebagai contoh, investasi dengan asumsi pertumbuhan 5 persen per tahun memiliki estimasi waktu penggandaan sekitar 14,4 tahun, sedangkan investasi dengan asumsi pertumbuhan 10 persen per tahun membutuhkan sekitar 7,2 tahun. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tingkat imbal hasil berpengaruh terhadap waktu penggandaan, tetapi investor tetap perlu menilai risiko dan tidak hanya berfokus pada potensi keuntungan.
Setelah memperoleh estimasi, investor dapat menyesuaikan strategi dengan kemampuan keuangan, profil risiko, serta jangka waktu yang tersedia. Jika berencana menambahkan dana secara berkala, sebaiknya gunakan simulasi investasi yang turut memperhitungkan modal awal, setoran, penarikan, biaya, dan asumsi pertumbuhan agar hasilnya lebih sesuai dengan kondisi nyata. Dengan demikian, Rule of 72 dapat berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami perkembangan aset dan menyusun perencanaan, bukan sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan keputusan investasi.
Rule of 72 merupakan metode praktis untuk memperkirakan waktu penggandaan investasi berdasarkan tingkat imbal hasil tahunan yang diasumsikan. Meskipun mudah diterapkan, hasil perhitungannya tetap perlu disikapi secara bijak karena perubahan return, biaya, pajak, dan inflasi dapat memengaruhi pertumbuhan dana yang sebenarnya. Oleh sebab itu, manfaatkan Rule of 72 sebagai panduan awal dalam menyusun strategi investasi dengan tetap mempertimbangkan risiko dan tujuan keuangan jangka panjang.