ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
Ia berharap pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN dengan membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Selain itu, mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat, memulihkan kembali kepercayaan investor.
Kemudian pemerintah juga dinilai perlu memperkuat komunikasi publik agar kebijakan yang ditempuh dapat dipahami masyarakat dan pelaku pasar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi spekulasi dan ketidakpastian yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi.
"Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, SBY mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Menurut dia, keberhasilan mengatasi tekanan ekonomi membutuhkan waktu, dukungan publik yang kuat, serta kebijakan yang rasional dan terukur.
"Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, in crucial thing, unity, in important thing, dialogue dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting," tuturnya.