Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Tips dan Trik Buyback Perhiasan Emas, Jangan Sampai Tertipu!
ilustrasi perhiasan emas (Pexels.com/Meruyert Gonullu)
  • Harga emas pasar tidak sama dengan nilai buyback karena ada selisih harga; cek penawaran buyback berdasarkan kadar dan berat, lalu bandingkan beberapa toko.

  • Periksa nota atau surat pembelian, kadar, berat aktual, dan kondisi perhiasan. Nilai dapat berubah karena pengikisan, pengujian ulang, serta ongkos pembuatan tidak ikut dikembalikan.

  • Sebelum menjual, minta rincian berat, kadar, harga buyback per gram, potongan, biaya administrasi, dan uang bersih agar perhitungan transaksi transparan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya perhiasan emas yang sudah lama disimpan dan sekarang ingin dijual kembali? Jangan buru-buru tergiur ketika melihat harga emas sedang tinggi. Harga emas yang beredar di pasaran belum tentu sama dengan uang yang akan kamu terima ketika menjual perhiasan. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi nilai buyback, mulai dari kadar dan berat emas, kondisi perhiasan, hingga kebijakan toko tempat kamu menjualnya.

Dilansir Pegadaian, harga buyback merupakan harga yang diberikan ketika emas dijual kembali kepada lembaga atau toko emas. Harganya bisa berbeda dengan harga ketika emas tersebut dibeli karena adanya spread atau selisih harga. Karena itu, sebelum membawa perhiasan ke toko emas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah perhitungan.

1. Jangan cuma lihat harga emas, cek harga buyback

ilustrasi perhiasan emas (Pexels.com/Castorly Stock)

Kesalahan yang cukup umum adalah melihat harga emas sedang tinggi, kemudian menganggap perhiasan yang dimiliki otomatis bisa dijual dengan harga yang sama. Padahal, ada perbedaan antara harga jual dan harga buyback. Harga jual adalah harga yang harus dibayar ketika membeli emas, sedangkan harga buyback merupakan harga yang diberikan ketika emas dijual kembali. Selisih antara kedua harga tersebut dikenal sebagai spread.

Karena itu, sebelum menjual perhiasan, jangan hanya mencari informasi tentang harga emas hari ini. Cari tahu juga berapa harga buyback yang ditawarkan untuk emas dengan kadar dan berat yang kamu miliki. Kalau memungkinkan, bandingkan penawaran dari beberapa tempat.

Misalnya, toko A menawarkan Rp1 juta untuk perhiasanmu, sedangkan toko B menawarkan Rp1,1 juta. Selisih Rp100 ribu tentu cukup berarti. Namun, jangan berhenti pada angka penawaran. Tanyakan bagaimana toko tersebut menghitung harga akhirnya. Apakah berdasarkan berat? Kadar emas? Harga emas hari itu? Apakah ada potongan tertentu? Semakin transparan penjelasannya, semakin mudah kamu menilai apakah penawaran tersebut masuk akal.

Sebagai pembanding, ANTAM menyediakan simulasi buyback resmi yang memungkinkan pemilik emas melihat perkiraan nilai berdasarkan berat emas yang akan dijual. Namun, layanan tersebut ditujukan untuk produk Logam Mulia ANTAM, bukan otomatis menjadi patokan harga buyback perhiasan di semua toko.

2. Cek kadar, berat, surat, dan kondisi perhiasan

ilustrasi perhiasan emas (Pexels.com/alleksana)

Sebelum menjual, coba cek kembali nota atau surat pembelian perhiasan. Dokumen tersebut dapat memberikan informasi awal mengenai berat dan kadar emas. Surat atau sertifikat juga berfungsi sebagai bukti kepemilikan dan membantu proses verifikasi emas.

Kadar sangat penting karena menentukan seberapa besar kandungan emas dalam sebuah perhiasan. Misalnya, emas 22 karat memiliki kandungan emas sekitar 22/24 bagian atau sekitar 91,7 persen. Artinya, perhiasan dengan berat yang sama tetapi kadar berbeda belum tentu memiliki nilai emas yang sama.

Selain kadar, perhatikan beratnya. Jangan berasumsi bahwa angka pada nota lama otomatis menjadi dasar nilai buyback hari ini. Dalam proses penaksiran, emas dapat ditimbang kembali dan diuji kadarnya untuk mengetahui berat serta kadar aktual sebelum nilai pencairan ditentukan.

Kondisi fisik juga perlu diperhatikan. Perhiasan yang digunakan sehari-hari bisa mengalami pengikisan akibat gesekan atau paparan bahan tertentu. Berat aktualnya kemudian dapat berbeda dari kondisi ketika pertama kali dibeli. Selain itu, ongkos pembuatan perhiasan tidak otomatis kembali ketika perhiasan dijual.

Jadi, sebelum pergi ke toko, siapkan perhiasan yang akan dijual. Siapkan juga nota atau surat pembelian jika masih ada, informasi kadar dan berat, serta identitas jika memang diperlukan oleh tempat transaksi. Dengan begitu, kamu punya informasi pembanding sebelum menerima penawaran.

3. Minta rincian perhitungan dan jangan takut membandingkan

ilustrasi perhiasan emas (Pexels.com/Pham Ngoc Anh)

Ketika penjual menyebutkan harga buyback, jangan langsung menerima atau menolak. Minta penjelasan mengenai bagaimana angka tersebut dihitung. Secara sederhana, nilai emas dipengaruhi oleh berat dan kadar emas serta harga yang berlaku pada saat transaksi. Penaksir melakukan pemeriksaan terhadap berat dan kadar aktual sebelum menentukan nilai emas yang akan dicairkan.

Karena itu, kamu bisa menanyakan beberapa hal, seperti berapa berat perhiasan setelah ditimbang, berapa kadar emasnya, berapa harga buyback per gram yang digunakan, apakah ada potongan dan biaya administrasi, dan berapa uang bersih yang akan diterima. Jangan sungkan meminta penjelasan jika perhitungannya terasa tidak jelas. Kamu juga bisa membandingkan dengan toko lain sebelum mengambil keputusan.

Dengan memahami hal-hal di atas, kamu bisa membuat keputusan yang lebih rasional dan tidak mudah terjebak pada penawaran yang terlihat menarik di awal. Buyback perhiasan emas bukan sekadar mencari toko dengan harga tertinggi. Kamu juga perlu memahami kadar, berat, harga buyback, potongan, dan cara toko menghitung nilai perhiasanmu. Semakin paham mekanismenya, semakin kecil kemungkinan kamu menjual emas dengan harga yang tidak sesuai ekspektasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article