Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Aku Tumbuh dari Luka yang Diberi Ayah
ilustrasi anak laki-laki dimarahi oleh ayahnya (pexels.com/Monstera Production)

Ada sosok yang tumbuh dari luka yang tak pernah bercerita
Dari mata yang sering menyimpan badai tanpa suara
Di pundakmu, sering terlihat lelah yang mengeras
Menjadi tembok sunyi yang tak mudah untuk ditembus

Ada hari-hari ketika kasihmu terasa jauh
Seperti matahari yang bersinar dari balik awan
Diri ini mencari hangatmu di setiap langkah
Mamun yang ditemukan hanyalah jejak-jejak perjuangan

Dulu aku mengira luka adalah warisan
sesuatu yang akan terus tinggal di dalam dada
Diri ini marah pada waktu dan pada keadaan
Bahkan pada dirimu yang tak pandai mengungkap cinta

Ayah, Semakin dewasa aku belajar memahami
Bahwa manusia sering terluka sebelum melukai
Bahwa engkau pun pernah menjadi anak manusia
Yang mungkin tak sempat dipeluk oleh dunia

Ayah,
Meski ada bagian hati yang pernah patah karenamu
Namun, ada pula kekuatan yang lahir darimu
Aku tumbuh, aku bertahan, aku berhasil menemukan diriku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team