Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Debaran di Dalam Dada

[PUISI] Debaran di Dalam Dada
Ilustrasi alam yang jatuh cinta (Pixabay.com/vickygharat)
Share Article

Kau adalah api paling tenang
Yang pernah singgah dihidupku
Tidak menyala dengan gaduh
Namun habis membakar waktuku

Sejak mengenal tatap matamu
Aku kehilangan banyak hal
Termasuk diriku sendiri
Yang diam-diam runtuh karena rindu ingin bertemu

Bahkan hujan tak mampu
Memadamkan debaran di dada
Beberapa cinta memang baka
Tercipta untuk terukir selamanya

Dan aku hanya manusia biasa
Yang terlalu lemah untuk lupa
Setiap malam kau masih terbawa ke alam mimpi
Dan hatiku mati berkali-kali karena ulahmu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Editorial Team