Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Alamat yang Terlupa

[PUISI] Alamat yang Terlupa
Ilustrasi alamat (unsplash.com/Jim Ofisia)
Share Article

Orang-orang singgah dalam hidup
bagai cahaya berpindah dari jendela ke jendela.
Sebentar hangatkan telapak waktu,
sebentar jadi debu di udara ingatan.

Ada nama-nama yang dulu kita sulam
di ujung-ujung masa depan.
Lalu terurai satu per satu,
sisakan benang tak sempat dirapikan.

Kita biasa mengejar punggung yang menjauh,
hafal bunyi langkah kepergian.
Kira cinta berarti menetap
di pelabuhan bernama orang lain.

Padahal, sejak awal,
ada yang tak pernah berkemas.
Berdiam di balik lelah,
menadah kecewa tanpa bahasa.

Kepadanya, kita justru paling asing.
Paling jarang mengetuk.
Paling lama menunda pulang.
Seolah ia selalu menunggu.

Baru setelah banyak pintu tertutup,
kita ingat arah pulang.
Mengetuk perlahan, hampir ragu,
ke alamat yang lama terlupa.

Dari dalam,
tak ada suara marah.
Hanya lampu yang belum dimatikan,
dan seseorang yang tak pernah pergi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Alamat yang Terlupa

14 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sehelai Daun Maple

[PUISI] Sehelai Daun Maple

13 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Pahat

[PUISI] Pahat

13 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction