Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[Puisi] Ketika Siang Menundukkan Mata

[Puisi] Ketika Siang Menundukkan Mata
Ilustrasi siang hari. (unsplash.com/chris wang)
Share Article

Matahari berdiri di puncak langit
Menaburkan bara di atas bumi yang diam
Di balik cahaya yang begitu penuh
Tersimpan lelah yang tak pernah bersuara

Angin siang melintas tanpa tergesa
Menyentuh daun-daun yang kehilangan riuh
Di bawah langit yang membentang luas
Ada pikiran yang mencari ruang teduh

Jam dinding berjalan dengan langkah sunyi
Menghitung detik yang perlahan meluruh
Kelopak mata jatuh bagai kelopak bunga
Larut dalam tenangnya sebuah pasrah

Bukan karena dunia kehilangan makna
Bukan pula karena harapan telah padam
Hanya ada ruang kecil dalam diri manusia
yang meminta waktu untuk pulang sejenak kepada dirinya

Di bawah cahaya siang yang mulai merunduk
Segala kegelisahan dibiarkan mengendap
Mimpi singkat turun membawa keheningan
merajut kembali benang-benang yang sempat retak

Sebab matahari pun mengenal peraduan
Dan bumi pun menyimpan napas dalam diam
Manusia hanyalah pejalan yang singgah
Menguatkan hati sebelum melanjutkan perjalanan panjang.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team