Subuh menulis embun di ujung daun
dengan tinta yang tidak terlihat,
seolah Bumi sedang berbisik
kepada sesuatu yang tak bisa dijawab.
Cahaya merambat pelan di dinding waktu,
seperti doa yang tersesat
mencari arah di antara sunyi
yang terlalu dalam untuk disebut nama.
Angin menenun jarak
dari benang-benang yang tak kasatmata
mengikat perasaan
pada hal-hal yang tak pernah benar-benar ada.
Di dalam pikiranku,
kata-kata tumbuh seperti hutan liar:
rapat, gelap, dan penuh arah yang saling meniadakan.
Aku mencoba memetik satu makna,
tetapi ia berubah menjadi bayang
yang larut sebelum sempat disentuh.
Barangkali bahasa hanyalah rumah sementara,
tempat rasa berteduh sebentar
sebelum kembali mengembara
ke wilayah yang tak bisa dijelaskan.
Dan kita
adalah pengucap yang kelelahan
mengulang dunia dengan kata-kata
yang diam-diam
telah lupa jalan pulang.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Bahasa yang Lupa Pulang
![[PUISI] Bahasa yang Lupa Pulang](https://image.idntimes.com/post/20260327/pexels-stefan-g-44736111-7450476_6a09d1a9-0528-449d-9e15-3088f6d86a48.jpg)
ilustrasi kamus (pexels.com/Stefan G)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- [PUISI] Kalian Bisa Apa?28 Mar 2026, 21:44 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- [PUISI] Sunyi Menjelang Terbit26 Mar 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Sinyal Cinta yang Tak Sampai30 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Kala Rasa Tumbuh30 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Malam Malang29 Sep 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Menepis Sunyi di Penghujung September29 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Hadirmu yang Ciptakan Warna29 Sep 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Pesona yang Mengundang Sejuta Rasa29 Sep 2026, 08:48 WIB
[PUISI] Melihat Angin29 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Menitipkan Mimpi pada Pagi29 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Aku Ramah, Bukan Rumah28 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pudar dalam Imaji28 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Rumah Bernama Ibu28 Sep 2026, 19:40 WIB
[PUISI] Ayah Mengapa Kau Tiada28 Sep 2026, 12:07 WIB
[PUISI] Keluhan Mahasiswa28 Sep 2026, 10:58 WIB
[PUISI] Tepat Pukul Tiga 28 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Bukan Urusanku Lagi28 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Di Ujung Rumah27 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Ku Abadikan Kau dalam Sebuah Puisi27 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tanpa Jiwa27 Sep 2026, 09:48 WIB
[PUISI] Nama yang Kutitipkan pada Aksara27 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Salah Mengetuk Harapan27 Sep 2026, 05:04 WIB