Malam menjelma ruang bagi benakku
Mengembara jauh melampaui batas fana
Menyusuri labirin tanya yang kelabu
Yang tak pernah berujung pada muara
Kukira-kira segala kemungkinan hidup
Betapa kerdilnya kita di jagat raya
Ketika semesta bergerak tanpa redup
Semakin kurenungkan, semakin hilang logika
Mungkinkah nalar sengaja diberi sekat
Karena takkan mampu menampung rahasia?
Atau hanya ingin tahuku yang terlampau lebat
Hingga tersesat di antara tanya yang sia-sia?
Namun di balik segumpal ketidakpahaman
Lahir kekaguman yang senyap dan magis
Bahwa semesta menyimpan berjuta misteri
Dan kita hanyalah debu di hadapan Sang Pemilik Takdir
![[PUISI] Batas Nalar](https://image.idntimes.com/post/20260621/pexels-zelch-12491759_675b7494-bec1-4759-8fed-772656c235cc.jpg)