Pernah kupeluk serpihan yang tersisa
Seolah utuh masih mungkin menjelma
Kugenggam pecahan dengan kedua tangan terbuka
Meski setiap sudutnya menyisakan luka
Aku pernah marah kepada waktu
Mengapa ia membawa pergi yang kurindu
Mengapa kenangan masih tinggal di kalbu
Saat pemiliknya telah memilih berlalu
Namun luka mengajarkanku perlahan
Tak semua kehilangan harus dipertahankan
Ada perpisahan yang datang sebagai jawaban
Ada patah yang membuka jalan bagi kehidupan
Sebab aku telah berdamai dengan patah
Tak lagi takut pada langit yang berubah
Jika esok kembali membawa resah
Akan kutemui pagi dengan hati yang tabah
![[PUISI] Berdamai dengan Patah](https://image.idntimes.com/post/20260129/img_2909_7ca833f8-e909-4f62-9fb7-5b03d841421f.jpeg)