Di depanmu, aku menolak menyerah
Meski dada ini sudah terbelah
Mata terpejam, bibir kukunci rapat
Menahan isak yang ingin melompat

Napas kutarik, patah dan berat
Mengusap lukamu yang kian menganga
Suaraku bergetar menahan perih
Berpura-pura tegar di batas rintih

"Masih sanggupkah kau bernapas, Ibu?"
Tanyaku pada tanah tempatku bertumpu
Ternyata bukan dadaku yang paling lelah
Tapi Tanah Airku juga sedang berdarah