Dengan teriakan-teriakan membisu
Bayangan muram menari di depan mata
Cahaya redup yang perlahan menyusup
Menelan seluruh aroma hiruk-piruk
Sedang ia lebih memilih bersandar di kursi
Bertahan pada sudut yang senyap
Sesekali tenggelam dalam lelap
Sekalipun menghirup udara pengap
Riuh-rendah di bawah naungan semesta
Tak menghiraukan pihak yang tetap bertahan
Pada teriakan nyari sekarang
Suara yang pasti akan terbungkam
![[PUISI] Bertahan di Sudut Senyap](https://image.idntimes.com/post/20250219/1000279140-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-e711d59da2f1da769d26f16a7e3f643d.jpg)