Kukira cinta mampu meredakan segala badai
Sebab itulah mereka memilih tinggal dan menua bersama
Kukira waktu yang panjang akan menumbuhkan lebih banyak hangat
Namun semakin lama, dingin justru menjelma begitu mencekam
Aku melihat sendiri, entah apa yang membuatnya berubah
Atau mungkin sejak awal, memang itulah wajah yang disembunyikannya
Ketika amarah datang dan mengambil alih seluruh raganya
Lelaki itu menumpahkan segala luka pada perempuan yang telah lama menemaninya
Seketika cinta terasa sebagai sesuatu yang begitu rumit
Aku bahkan membayangkan jika akulah yang berdiri di tempatnya
Akankah aku mampu bertahan di tengah kata-kata yang melukai?
Tidak, tentu tidak—aku bahkan tak ingin berjumpa dengan lelaki seperti itu
Cinta semacam itu kadang membuat langkahku sendiri gentar
Membuatku ragu untuk membuka pintu dan membiarkan seseorang masuk
Namun jauh di dasar hati yang masih ingin percaya
Aku tetap mendamba cinta yang hangat, bersama seseorang yang tepat
![[PUISI] Cinta yang Membuatku Ragu](https://image.idntimes.com/post/20260916/pexels-thomasronveaux-16216196_eaf71c0d-a3d7-4c82-b3a0-4214f5d06adb.jpg)