Aku hanya bisa berpuisi untuk menyuarakan rasa
Sebab dunia jarang memberiku ruang berbicara
Tentang semua emosi terpendam dalam dada
Yang terlalu kutahan dan menghadirkan hampa

Hanya dalam puisi, aku bebas
Menceritakan cinta yang hanya kumengerti konsepnya,
Menumpahkan isi benak yang terlalu kelam untuk diterima,
Dan kesulitan yang sulit kuakui pengaruhnya

Cukup biarkan pembaca menanggung maknanya sendiri
Entah mereka akan ikut memahami atau kebingungan
Semua itu bukan hal yang perlu kupikirkan
Dalam ruang bebasku, penghakiman pun tak kuterima