Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Kehilangan Tempat Pulang

[PUISI] Kehilangan Tempat Pulang
Ilustrasi Malam Gelap dan Sepi (pexels/@Huy Phan)
Share Article

Dalam gelap, ia meringkuk seorang diri
Dingin malam sudah tak mampu lagi mengusiknya
Di genggaman, liontin kecil berkarat usia
Menyimpan senyum ayah yang tak lagi ada

Berjuta kenangan berebut pulang
Kecil dan sebentar, namun penuh cinta
Memulai hari dengan menyantap susu dan kopi
Menutup hari dengan buku cerita

Dahulu ayah berkata ia seorang bidadari
Katanya, Tuhan meminjamkannya sebagai tempat pulang
Namun kini ayah meninggalkannya seorang diri
Lalu bidadari kecil itu harus pulang kepada siapa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Editorial Team