Gelap menerpa puluhan bulan banyaknya hingga cahaya kembali memeluk, mengusap peluh dan air mata.
Tatkala kupikir takkan ada lagi gelap yang akan menyergap, ia datang dengan rupa yang seperti dirinya.
Bahkan dalam gelap aku bisa melihat bahwa ia adalah dirinya, dirinya yang dulu mewarnai tiap jejak, napas, dan detak arloji itu.
Namun, dirinya adalah masa lalu yang kini kembali menyeret sadarku, kembali ke masa lalu, masa itu, masa saat tiap tetes hujan adalah melodi indah yang mampu mengiringi langkah besarku dan tapak kecil miliknya.
Ia ada di depan sana, menghancurkan warasku, menyeret-nyeret alam pikirku untuk kembali bercengkerama dengan masa lalu.
Ia tetap di sana, di depanku, tanpa dapat kuraih meski hanya aroma tubuhnya saja.
Ia hanya di sana, dengan seringai jahil milik dirinya yang kini perlahan dapat kembali kulihat melalui ia.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Diseret Kembali ke Masa Lalu
![[PUISI] Diseret Kembali ke Masa Lalu](https://image.idntimes.com/post/20221105/fromandroid-26a8987ff481424d04d46a6b227ada37.jpg)
ilustrasi dirinya (unsplash.com/@greg_rosenke)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- [PUISI] Hambar06 Nov 2022, 12:55 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
Editorial Team
EditorAtqo
Related Article
[PUISI] Malam Malang29 Sep 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Menepis Sunyi di Penghujung September29 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Hadirmu yang Ciptakan Warna29 Sep 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Pesona yang Mengundang Sejuta Rasa29 Sep 2026, 08:48 WIB
[PUISI] Melihat Angin29 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Menitipkan Mimpi pada Pagi29 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Aku Ramah, Bukan Rumah28 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pudar dalam Imaji28 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Rumah Bernama Ibu28 Sep 2026, 19:40 WIB
[PUISI] Ayah Mengapa Kau Tiada28 Sep 2026, 12:07 WIB
[PUISI] Keluhan Mahasiswa28 Sep 2026, 10:58 WIB
[PUISI] Tepat Pukul Tiga 28 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Bukan Urusanku Lagi28 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Di Ujung Rumah27 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Ku Abadikan Kau dalam Sebuah Puisi27 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tanpa Jiwa27 Sep 2026, 09:48 WIB
[PUISI] Nama yang Kutitipkan pada Aksara27 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Salah Mengetuk Harapan27 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jejak Kaki yang Tertinggal di Lorong Waktu26 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Negeri di Dalam Kepala26 Sep 2026, 11:07 WIB