Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Hambar

[PUISI] Hambar
ilustrasi kesedihan (pixabay.com/susan-lu4esm)

Gejolak hendak membuat retak
cermin kehidupan panutan jiwa
Waktu diam tak bergerak
Perlahan masa silam menyeruak

Dia yang menatap genangan air
berhenti untuk berpikir
Cinta mengajarinya untuk bersyair
namun kini yang dirasa sedih tanpa akhir

Selayaknya manusia yang ingin bahagia
Dia mencoba menggali rasa dalam jiwa
Menemukan arti yang banyak orang berkata
istilah jatuh cinta

Senyumnya manis namun sukmanya teriris
Pipinya kering karena air mata habis tergiring
Bibirnya bergumam di sela penyesalan
Meratapi bahagia yang makin hilang dari pandangan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riza AA
EditorRiza AA
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Senyum Kecil

[PUISI] Senyum Kecil

14 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Persimpangan Hari

[PUISI] Persimpangan Hari

13 Mei 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Aku Cemburu

[PUISI] Aku Cemburu

13 Mei 2026, 05:04 WIBFiction