Mereka bertemu ketika hujan turun
Di antara jalan yang basah dan lampu kota
Tak ada janji tentang selamanya
Hanya percakapan yang terasa begitu sederhana
Hari-hari kemudian tumbuh perlahan
Seperti bunga yang lupa sedang berbunga
Tak ada suara besar yang mengumumkan cinta
Namun keduanya tahu ada sesuatu yang berubah
Mereka belajar bahwa mencintai seseorang
Bukan hanya tentang menggenggam tangan
Tetapi memahami ruang yang dibutuhkan
Agar dua hati tetap bisa menjadi dirinya sendiri
Jika kelak musim berganti arah
Dan jalan membawa keduanya berbeda
Semoga pernah saling mencintai dengan utuh
Tetap menjadi bagian paling hangat dari perjalanan
![[PUISI] Dua Orang dan Satu Musim](https://image.idntimes.com/post/20260717/pexels-pavel-danilyuk-6612737_5045a0e9-c125-45a3-8033-28e1e3f649fb.jpg)