Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Berdamai dengan Patah

1 min read
[PUISI] Berdamai dengan Patah
ilustrasi seorang perempuan berlarian di pinggir pantai (freepik.com/freepik)
Share Article

Pernah kupeluk serpihan yang tersisa
Seolah utuh masih mungkin menjelma
Kugenggam pecahan dengan kedua tangan terbuka
Meski setiap sudutnya menyisakan luka

Aku pernah marah kepada waktu
Mengapa ia membawa pergi yang kurindu
Mengapa kenangan masih tinggal di kalbu
Saat pemiliknya telah memilih berlalu

Namun luka mengajarkanku perlahan
Tak semua kehilangan harus dipertahankan
Ada perpisahan yang datang sebagai jawaban
Ada patah yang membuka jalan bagi kehidupan

Sebab aku telah berdamai dengan patah
Tak lagi takut pada langit yang berubah
Jika esok kembali membawa resah
Akan kutemui pagi dengan hati yang tabah

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team
    Atqo Sy
    EditorAtqo Sy

    Ambang Batas Jelang Pemilu 2029