Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Sang Pendoa dan Sang Pendosa

1 min read
[PUISI] Sang Pendoa dan Sang Pendosa
ilustrasi orang merasa sedih (unsplash.com/Joshua Rawson-Harris)

Lantas, kepada manusia mana aku harus percaya?
Ketika mulut yang telah mengajariku ayat-ayat-Nya justru merapalkan mantra yang membuatku merasa sesak dan berdosa
Ketika jemari yang bertasbih itu malah melompat menjauhi akal sehat yang kalah oleh nafsu
Lalu, menjamah tiap jengkal kehormatan dalam juntaian kain dan kegelapan yang usang

Kepada Tuhan pun aku bimbang
Apa yang harus kulafazkan: suara dengan wangi minyak gaharu nan memabukkan
Atau telatah penuh nasihat yang membuat muak dan mual?
Atau aku bisa mendengungkan keduanya, sebagai doa paling sunyi di sudut ruang
Yang dengannya aku bersaksi betapa hinanya kau telah menjadikan agama sebagai alat menuju nista
Meninggalkan ribuan luka tak berdarah yang menikam dada

Jadi, siapa yang paling membuat Tuhan murka?
Sang pendoa yang telah menanamkan trauma
Atau sang “pendosa” yang memilih menghilang dari dunia?

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia