Siang begitu menyengat
Panasnya membakar setiap yang lewat
Dedaunan gersang bahkan bisa terbakar berkobar
Hanya dengan sebatang puntung rokok yang dilempar
Tak terdengar suara petir menyambar
Pun gemuruh juga tidak datang memberi salam
Gelap gulita begitu saja tanpa tanda-tanda
Hujan turun seketika berlomba berlarian menuju tanah kering kerontang
Aaah segar ...
Syukurku walau pikirku terasa janggal
Imajinasiku senang walau terasa bubar
Menghirup aroma tanah yang bermandi hujan
Setelah berbulan-bulan tanah kelahiran gersang
![[PUISI] Hujan Pertama di Bulan Oktober](https://image.idntimes.com/post/20261005/1000532550_ade89d85-bdd6-4070-829e-886bc0eda916.jpg)