Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Negeri Bedebah

1 min read
[PUISI] Negeri Bedebah
ilustrasi usaha bangkrut (Pexels.com/Daniel Lee)
  • Puisi menggambarkan harga bahan pokok yang terus naik, sementara upah hanya janji dan daya beli rakyat melemah hingga kebutuhan rumah tangga makin sulit dipenuhi.
  • Rakyat kecil digambarkan menanggung pajak, utang negara, serta kerja keras, tetapi anggaran besar dan narasi pertumbuhan ekonomi belum mengubah kondisi hidup mereka.
  • Karya ini menegaskan bahwa ukuran sebuah negeri adalah kemampuan rakyat memperoleh harga wajar dan penghidupan layak, bukan kemegahan gedung atau klaim ekonomi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Harga bahan pokok naik setiap hari
sementara kenaikan upah baru sekadar janji
Pasar semakin sepi pembeli karena melemahnya daya beli
sementara dapur rumah tangga pun kian sunyi

Rakyat menghitung sisa rupiah hari demi hari
sembari perut menahan lapar dan nyeri
Ini negeri kaya sumber daya, katanya
namun mengapa hidup terasa tak berdaya?

Pajak dipungut dari segala sisi dan utang bertambah
Anggaran besar digelontorkan
namun nasib tak kunjung berubah

Rakyat kecil diminta terus bersabar
tak jarang dicaci-maki agar pergi saja bertarung nasib ke luar negeri
sementara yang punya kuasa diberi jalan melebar

Rakyat bekerja sampai badan lelah
namun harga kebutuhan terus melangkah jauh
Katanya ekonomi sedang tumbuh
tapi mengapa hidup kian terasa rapuh?

Pertumbuhan ekonomi selalu disebut di ruang nyaman berpendingin
sementara rakyat terus-menerus berhemat sampai masuk angin
Rakyat tak meminta hidup berlebihan
hanya harga wajar dan penghidupan

Sebab sebuah negeri tak diukur dari gemerlap gedungnya
melainkan dari apakah rakyatnya masih mampu membeli masa depannya
Jika tidak
maka ia adalah negeri bedebah

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Ambang Batas Jelang Pemilu 2029