Dipadang pasir hatimu
Hujan jatuh tanpa kesaksian
Tetesan air menjadi bisikan yang hilang
Terserap oleh kerinduan yang terpendam
Bagai butiran debu yang hanyut dalam kekeringan
Di antara pasir-pasir perasaanmu
Aku menjadi oasis yang terabaikan
Keinginan untuk memberi rasa menjadi debu
Terlupakan, mengemis untuk dikenang
Kekasih, apakah kau mendengar suara hatiku?
Atau kah, aku hanya senyap di tengah kehampaan
Tak berarti dan tak diperhatikan
Kucoba menembus lapisan keras hatimu
Tapi hanya hampa yang kudapatkan