Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Jeda Sejenak Sebelum Retak

[PUISI] Jeda Sejenak Sebelum Retak
ilustrasi perempuan sedang lelah terpapar media sosial (pexels.com/Ron Lach)
Share Article

Aku membuka layar demi mencari setitik cahaya

Namun yang datang justru gelombang cemas tanpa jeda

Belum usai satu kabar kusimpan di kepala

Berita berikutnya telah lebih dulu mengetuk jiwa

Linimasa tak lagi sekadar menjadi ruang belajar

Ia menjelma riuh yang terus mengejar

Semua seolah memintaku ikut resah dan gusar

Hingga tenang pun terasa semakin samar

Maka kupilih jeda sebelum hati benar-benar retak

Menutup layar, lalu membiarkan langkah kembali bergerak

Kusapa dunia yang tak diukur oleh angka dan jejak

Sebab ketenangan tak pernah lahir dari riuh yang sesak

Ketika dunia terlalu bising untuk memberi arah

Aku belajar menengadah lebih lama daripada gelisah

Sebab jika suatu hari semua harapan benar-benar rebah

Masih ada Tuhan, tempat pulang yang tak pernah berubah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction