Aku membuka layar demi mencari setitik cahaya
Namun yang datang justru gelombang cemas tanpa jeda
Belum usai satu kabar kusimpan di kepala
Berita berikutnya telah lebih dulu mengetuk jiwa
Linimasa tak lagi sekadar menjadi ruang belajar
Ia menjelma riuh yang terus mengejar
Semua seolah memintaku ikut resah dan gusar
Hingga tenang pun terasa semakin samar
Maka kupilih jeda sebelum hati benar-benar retak
Menutup layar, lalu membiarkan langkah kembali bergerak
Kusapa dunia yang tak diukur oleh angka dan jejak
Sebab ketenangan tak pernah lahir dari riuh yang sesak
Ketika dunia terlalu bising untuk memberi arah
Aku belajar menengadah lebih lama daripada gelisah
Sebab jika suatu hari semua harapan benar-benar rebah
Masih ada Tuhan, tempat pulang yang tak pernah berubah.
![[PUISI] Jeda Sejenak Sebelum Retak](https://image.idntimes.com/post/20260618/pexels-ron-lach-7970668_5857d9a4-f0de-4bde-a08e-5a31dcee537b.jpg)