Ketika semburat cahaya memberi bahagia
Maka malam tempat tenangnya jiwa
Dalam keramaian tiap langkah manusia
Selalu ada luka yang tak bersuara
Bersama kelam yang mendekap
Senantiasa datang bersama bahu untuk bersandar
Jika hanya gembira semata,
barangkali tak semua berdoa
Tak ada gaduh yang berlomba dalam harap,
Untuk sampai pada Sang Penguasa
Sebab suka yang terlalu lama menetap,
tak selalu mengajarkan untuk berpulang
Namun bila hanya luka yang menetap,
niscaya tak ada asa tersisa
Sebagaimana langit mendung yang mereda,
berganti haru yang membiru disana
Bersamanya lah dewasa mencoba sempurna,
dari sayap-sayap yang tak berhenti mencoba
![[PUISI] JIka Luka Tak Pernah Ada](https://image.idntimes.com/post/20260604/pexels-david-kanigan-239927285-29342388_a1173ad0-e35c-422d-9450-a371bab41395.jpg)