Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Menunggu Giliran

[PUISI] Menunggu Giliran
ilustrasi dua orang dalam labirin (unsplash.com/Mehmet Bozgedik)
Share Article

Kita lahir tanpa bisa memilih pagi
Lalu tumbuh ditemani tawa dan sepi
Belajar berjalan, juga belajar terjatuh
Hingga bisa mengerti hidup tak selamanya akan utuh

Ada musim ketika langit membiru
Ada pula hari yang kehilangan restu
Terkadang langkah terasa begitu ringan
Kadang kaki gemetar menahan beban

Sebab hidup tak pernah benar-benar diam
Ia berputar seperti siang dan malam
Hari ini mungkin kita yang bertahan
Esok bisa saja kita yang kehilangan

Begitu pula tentang datang dan pergi
Semua singgah menurut waktunya sendiri
Tak ada yang abadi menggenggam dunia
Setiap jiwa hanya sedang menunggu giliran tiba

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy