Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Kala Rasa Tumbuh
ilustrasi perempuan berbaring di rumput (pexels.com/Marina Abrosimova)

Awalnya hanya sebuah sapa
Lalu percakapan yang enggan usai
Tak ada yang istimewa, kukira
Hingga hadirmu mulai kunanti

Hari-hari berjalan seperti biasa
Namun, ada yang perlahan berubah
Namamu mulai tinggal di kepala
Senyummu teringat lebih lama

Aku tak tahu kapan mulanya
Rasa itu tumbuh tanpa suara
Tiba-tiba ingin selalu bercerita
Tentang hari yang kulewati tanpamu

Kalau ini belum bisa disebut cinta
Lalu mengapa aku selalu mencarimu?
Dari sekian banyak hal yang ingin kudengar
Entah mengapa suaramu yang paling kutunggu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎