Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ketika Hutan Kehilangan Suara
ilustrasi hutan yang dibakar (pexels.com/Dmytro Glazunov)

Di tanah tempat angin dulu bernyanyi
Kini hanya tersisa abu dan puing
Mereka datang membawa bara
Mengusir kehidupan demi keinginan sendiri

Ada yang kehilangan tempat berlindung
Ada yang kehilangan anak dan kawanan
Mereka hanya ingin hidup dan bernaung
Namun dirampas haknya oleh keserakahan

Para iblis terus mengambil dan membunuh
Mengeringkan sungai, meracuni tanah
Tak peduli berapa banyak yang jatuh
Asal mereka pulang membawa hasil yang melimpah

Tak ada hukum yang mampu menghentikan
Tak ada tangan yang mampu membalas
Kami hanya mampu menatap dan bertanya
Mengapa yang lemah harus kehilangan segalanya?

Namun di balik langit yang kelam
Tuhan melihat setiap luka
Dan bila dunia tak mampu memberi keadilan
Tuhan tahu apa yang harus dilakukan-Nya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team